Muhammad Abdullah Azzam
02 September 2020•Update: 02 September 2020
Omer Tugrul Cam
BRUSSELS
Perlu dilakukan dialog dengan Turki untuk menemukan solusi atas krisis di Mediterania Timur, ungkap Komisi Uni Eropa pada Selasa.
Juru Bicara Komisi Uni Eropa Peter Stano mengatakan Uni Eropa (UE) mendukung Yunani dan otoritas Siprus Yunani seperti yang diumumkan dalam pertemuan Menteri Luar Negeri Uni Eropa minggu lalu di Berlin.
Uni Eropa menginginkan penurunan ketegangan di wilayah tersebut.
Stano mengatakan langkah-langkah pembatasan dapat diadopsi tetapi "kami juga dapat mengikuti jalan untuk mengurangi ketegangan melalui dialog dan negosiasi".
"UE mengharapkan Turki untuk bertindak dengan cara berkontribusi pada penurunan ketegangan," ungkap Stano.
Terkait tuduhan bahwa kapal induk Prancis dikirim ke Mediterania Timur dan apakah ini akan mengurangi ketegangan, Stano mengatakan, “Apa yang terjadi di Mediterania Timur, situasinya tidak baik. Borrell juga menunjukkan bahwa yang perlu dilakukan adalah duduk bersama Turki dan mencoba menemukan solusi untuk de-eskalasi melalui dialog. "
Dianggap berusaha memblokir klaim teritorial maritim Turki yang sah, Yunani menandatangani kesepakatan zona ekonomi eksklusif (ZEE) dengan Italia pada 9 Juni dan dengan Mesir pada 7 Agustus.
Kementerian Luar Negeri Turki menegaskan bahwa Yunani dan Mesir tidak memiliki perbatasan laut yang beririsan dan kesepakatan itu "batal demi hukum".
Turki juga menegaskan bahwa area yang dibatasi dalam pakta tersebut terletak di landas kontinen Turki, seperti yang dilaporkan Ankara ke PBB.