Ekip
19 April 2022•Update: 20 April 2022
BRUSSELS
Kepala kebijakan luar negeri Uni Eropa (UE) Josep Borrell pada Senin mengutuk serangan rudal terbaru Rusia yang menargetkan warga sipil Ukraina.
Dalam sebuah pernyataan, Borrell mengatakan Uni Eropa "mengutuk berlanjutnya penembakan tanpa pandang bulu dan ilegal terhadap warga sipil dan infrastruktur sipil oleh angkatan bersenjata Rusia."
Dia mengatakan timur dan selatan Ukraina, termasuk wilayah Luhansk dan kota-kota Severodonetsk, Lysychansk, dan Popasna, telah menghadapi "serangan yang sangat berat" dalam beberapa hari terakhir.
"Tidak ada bagian dari wilayah yang terhindar dari serangan Kremlin yang tidak masuk akal di tengah serangan membabi buta yang menyebabkan kehancuran besar terhadap kehidupan sipil dan infrastruktur," ungkap Borrell.
Dia mengulangi seruan Uni Eropa terhadap Rusia untuk segera dan tanpa syarat mengakhiri perang dan dukungan blok untuk Pengadilan Kriminal Internasional dalam menyelidiki kejahatan perang yang dilakukan di Ukraina.
Setidaknya 2.072 warga sipil tewas dan 2.818 terluka di Ukraina sejauh ini dalam perang, menurut perkiraan PBB, dan angka sebenarnya diyakini jauh lebih tinggi.
Lebih dari 4,9 juta warga Ukraina telah melarikan diri ke negara lain, dengan lebih dari 7 juta lebih pengungsi internal, kata badan pengungsi PBB.