Muhammad Abdullah Azzam
17 Juni 2020•Update: 17 Juni 2020
Agnes Szucs
BRUSSELS
Uni Eropa (UE) pada Selasa menyerukan penyelidikan yang segera dan independen terhadap kasus kuburan massal yang ditemukan di Kota Tarhuna, barat laut Libya.
Setidaknya delapan kuburan massal ditemukan pekan lalu di sekitar Tarhuna, yang baru-baru ini dibebaskan dari milisi Jenderal Khalifa Haftar.
Lebih dari 150 jasad, termasuk wanita dan anak-anak, ditemukan dalam kuburan dekat benteng terakhir Haftar.
"Investigasi independen harus segera dilakukan untuk memverifikasi temuan ini dan menyeret mereka yang bertanggung jawab ke pengadilan," kata Peter Stano, juru bicara kebijakan luar negeri Uni Eropa Peter Stano dalam sebuah pernyataan pada Selasa.
UE memperingatkan semua pihak yang terlibat dalam konflik Libya untuk menghormati hukum kemanusiaan internasional dan melindungi warga sipil.
UE juga menyerukan gencatan senjata dan dimulai kembali negosiasi perdamaian yang dipimpin oleh PBB.
Menyusul penggulingan mendiang penguasa Muammar Gaddafi pada 2011, pemerintah baru Libya didirikan pada 2015 di bawah kesepakatan politik yang dipimpin oleh PBB.
Pemerintah dan bagian barat negara itu diserang oleh pasukan Haftar sejak April 2019.
Pada Maret, pemerintah Libya meluncurkan Operasi Badai Perdamaian untuk melawan serangan di ibu kota, dan baru-baru ini mendapatkan kembali lokasi-lokasi strategis, termasuk pangkalan udara Al-Watiya dan kota Tarhuna yang strategis.