Muhammad Abdullah Azzam
10 Desember 2018•Update: 11 Desember 2018
Şerife Çetin
BRUSSELS
Uni Eropa (UE) tengah mempersiapkan sanksi tambahan bagi para pejabat senior militer dan polisi yang bertanggung jawab dalam peristiwa pelanggaran hak asasi manusia yang "serius" di negara bagian Kachin, Shan dan Arakan, Myanmar.
Dewan Uni Eropa prihatin dengan kasus pelanggaran hak asasi manusia yang "serius" di negara bagian Kachin, Shan dan Arakan, Myanmar, ungkap pernyataan tertulis yang dirilis saat pertemuan Dewan Urusan Luar Negeri Uni Eropa di Brussels tengah berlangsung.
Pernyataan tersebut kembali menegaskan bahwa Uni Eropa telah berulang kali menyerukan agar para pelanggar HAM di sana dihukum.
Uni Eropa menggarisbawahi bahwa mekanisme independen harus dibentuk untuk menyelidiki peristiwa-peristiwa kekerasan di bawah pengawasan Pengadilan Pidana Internasional.
Saat ini, Uni Eropa memberlakukan sanksi embargo senjata terhadap Myanmar serta larangan perjalanan dan pembekuan aset terhadap beberapa pejabat senior militer Myanmar.