Maria Elisa Hospita
31 Oktober 2019•Update: 31 Oktober 2019
Vakkas Dogantekin
ANKARA
Presiden Chile Sebastian Pinera mengumumkan bahwa negaranya mundur dari penyelenggaraan KTT Kerja Sama Ekonomi Asia Pasifik (APEC) dan Konferensi Perubahan Iklim PBB di tengah gelombang protes di seluruh negeri.
Setidaknya 20 orang terbunuh dalam unjuk rasa yang berujung ricuh di Chile yang menuntut pengunduran diri Kabinet Pinera karena tingginya biaya hidup.
Pada Selasa, Kementerian Kehakiman Chile mengatakan total 1.218 orang, termasuk 745 petugas keamanan, juga terluka sejak dimulainya demonstrasi besar-besaran pada 6 Oktober.
Lebih dari 9.200 orang ditangkap di seluruh negara selama kerusuhan sehubungan dengan 49 stasiun kereta bawah tanah yang hancur dan 26 bus yang dibakar.
Pemerintah Chile mendeklarasikan status masa darurat di sekitar ibu kota, Santiago, dan memberlakukan jam malam di beberapa kota.
Pada 21 Oktober, Departemen Luar Negeri Amerika Serikat mengeluarkan imbauan perjalanan tingkat dua untuk Chile.
Penerbangan di Bandara Internasional Arturo Merino Benitez di Santiago saat ini mengalami penundaan dan pembatalan dan diperkirakan akan melumpuhkan industri pariwisata negara itu.