Maria Elisa Hospita
22 Oktober 2019•Update: 23 Oktober 2019
Beyza Binnur Donmez
ANKARA
Korban tewas selama unjuk rasa di Chile bertambah menjadi 13 orang.
Menurut kantor berita Spanyol EFE, sebagian besar kematian terjadi selama penjarahan dan pembakaran toko-toko pada Minggu.
Unjuk rasa telah berlangsung sejak pekan lalu di mana warga menentang kenaikan harga kereta yang kemudian berujung ricuh.
Sabtu lalu, pemerintah Chile memberlakukan masa darurat selama 15 hari.
Selain area metropolitan yang merupakan rumah bagi sekitar tujuh juta jiwa, keadaan darurat juga meluas hingga ke Valparaiso, Concepcion, Rancagua, Coquimbo dan La Serena, dan Antofagasta.
"Kami berperang melawan musuh yang kuat yang mau menggunakan kekerasan tanpa batas," kata Presiden Chile Sebastian Pinera via Twitter.
Pinera juga meminta warga Chile untuk bersatu melawan kekerasan.