Rhany Chairunissa Rufinaldo
17 Juli 2019•Update: 17 Juli 2019
BERLIN
Politisi senior Jerman Ursula von der Leyen menjadi politisi wanita pertama yang memimpin badan eksekutif Uni Eropa.
Parlemen Eropa mengkonfirmasi terpilihnya von der Leyen sebagai Presiden Komisi Uni Eropa yang baru dengan perolehan suara 383-327, Selasa.
Politisi konservatif berusia 61 tahun itu dinominasikan oleh para pemimpin Uni Eropa awal bulan ini, setelah negosiasi yang berkepanjangan di Brussels.
Namun, dia menghadapi perlawanan kuat dari Partai Sosial Demokrat dan Partai Hijau.
Von der Leyen telah menjadi anggota Uni Demokratik Kristen (CDU) pimpinan Kanselir Angela Merkel sejak 1990 dan menjadi wanita pertama yang menjabat sebagai menteri pertahanan Jerman pada 2013.
Sepanjang karir politiknya, von der Leyen telah menjadi pendukung kuat integrasi yang lebih dekat di Eropa dan pembentukan negara super federal Uni Eropa.
Selama masa jabatannya sebagai menteri pertahanan, von der Leyen aktif mengusung kerja sama transatlantik dan mendorong terciptanya tentara Eropa.