Maria Elisa Hospita
15 Februari 2019•Update: 18 Februari 2019
Muhammad Mussa
LONDON
Perdana Menteri Inggris kalah suara di House of Commons setelah anggota parlemen menolak pendekatan Brexit-nya yang baru pada Kamis.
Sebanyak 303 menentang amandemen pemerintah yang mendukung pendekatan baru Theresa May dalam negosiasi dengan Uni Eropa dan mencegah Inggris keluar dari Uni Eropa tanpa kesepakatan.
Sejumlah anggota Partai Konservatif (Tory) yang dipimpin oleh Jacob Rees-Mogg dari Kelompok Penelitian Eropa Eurosceptic yang menginginkan Brexit tanpa kesepakatan, abstain dari pemungutan suara.
Kekalahan kedua dalam pemungutan suara Brexit ini menyoroti bahwa PM Inggris sekali lagi kehilangan kendali atas partainya, di minggu-minggu terakhir sebelum Inggris dijadwalkan keluar dari UE.
Meskipun hasil pemungutan suara tidak mengikat, namun ini menjadi kemunduran dari upaya May dua pekan lalu, ketika dia mendapat suara mayoritas di parlemen untuk mosi Brexit yang baru.
Kekalahan kali ini akan membuat pejabat Uni Eropa di Brussel semakin tak yakin bahwa May dapat menyelesaikan proses Brexit dengan lancar.
Saat ini, Theresa May sedang mencoba untuk merundingkan kembali kesepakatan Brexit dengan UE untuk memastikan agar itu disetujui oleh parlemen.
Uni Eropa, bagaimanapun, telah menegaskan bahwa kesepakatan tersebut tak sesuai untuk negosiasi ulang dan tidak akan meninjau kembali perjanjian pendukung.
May akan kembali ke parlemen akhir bulan ini dan membuat pernyataan kepada House of Commons jika dia gagal merumuskan kesepakatan baru atau menegosiasikan kembali kesepakatan itu.
Melalui serangkaian pemungutan suara awal bulan ini, anggota parlemen telah mengisyaratkan bahwa mereka tidak mendukung Brexit tanpa kesepakatan.
Inggris dijadwalkan meninggalkan Uni Eropa secara resmi pada 29 Maret 2019.