Shadi Khan Saif
14 Oktober 2018•Update: 16 Oktober 2018
Shadi Khan Saif
KABUL, Afghanistan
Kelompok pemberontak Taliban mengumumkan bahwa mereka bertemu dengan Zalmay Khalilzad, perwakilan AS untuk rekonsiliasi Afghanistan, di Doha, Qatar, sebelum dia tiba di ibu kota Afghanistan, Kabul, pada Sabtu.
Dalam sebuah pernyataan singkat pada Sabtu, kelompok itu mengumumkan bahwa tim negosiasi mereka bertemu dengan tim negosiasi AS yang dipimpin oleh Khalilzad pada Jumat dan membahas untuk "mengakhiri pendudukan" dan bekerja mencari penyelesaian damai konflik Afghanistan.
Pernyataan itu mengidentifikasi "kehadiran pasukan asing sebagai rintangan terbesar yang menghalangi perdamaian sejati dan pemecahan masalah."
“Upaya yang dilakukan harus nyata dan intra-Afghanistan,” ujar pernyataan tersebut seraya menambahkan bahwa kedua belah pihak sepakat untuk terus mengadakan pertemuan di masa depan.
Pada Sabtu, dalam perjalanan keduanya ke Kabul dalam kurang dari satu pekan, Khalilzad memberi penjelasan kepada para pemimpin Afghanistan tentang keterlibatannya dalam proses perdamaian di Pakistan, Qatar dan Arab Saudi.
Bersama Jenderal Scott Miller, komandan tinggi pasukan A.S. dan NATO di Afghanistan, dan Duta Besar A.S. untuk Afghanistan John Bass, Khalilzad memberi penjelasan kepada Presiden Mohammad Ashraf Ghani dan wakilnya tentang perjalanan pertamanya ke wilayah tersebut sejak bulan lalu untuk mempercepat proses perdamaian.
Menurut kantor presiden, utusan AS mengatakan Washington siap membantu Afghanistan dengan proses perdamaian. Dalam sebuah pernyataan Khalilzad mengatakan AS akan melanjutkan upaya proses perdamaian Afghanistan bersama dengan kepemimpinan pemerintah Afghanistan.
Dorongan yang jelas oleh AS untuk proses rekonsiliasi telah meningkatkan harapan di negara yang dilanda perang.
Deen Mohammad, anggota Dewan Perdamaian Tinggi, badan pemerintah Afghanistan yang ditugaskan untuk menciptakan perdamaian dengan Taliban, mengatakan kepada Anadolu Agency bahwa upaya oleh Khalilzad, seorang diplomat AS kelahiran Afghanistan yang juga menjabat sebagai duta besar untuk Kabul, Irak dan PBB, akan membantu membuka jalan bagi penyelesaian damai dari konflik yang berkecamuk.
"Perjalanannya ke Riyadh, Islamabad dan Doha menunjukkan keseriusannya untuk mencapat penyelesaian yang damai,” ujar dia.