Chandni
23 November 2017•Update: 24 November 2017
Ilker Girit
ISTANBUL
Negara Vatikan pada Rabu memastikan Paus Francis akan bertemu kepala militer Myanmar selama kunjungannya ke kawasan itu. Dalam konferensi pers, juru bicara Vatikan Greg Burke juga mengatakan sudah dihimbau oleh gereja Myanmar agar Paus tidak menggunakan kata "Rohingya", karena menurut mereka deskripsi itu masih "diperdebatkan".
Namun Burke menjelaskan kata Rohingya tidak dilarang dan Paus pun pernah menyebut itu sebelumnya.
"Berita buruk mengenai persekusi saudara saudari Rohingya sudah kami dengar," kata Paus Francis dalam sebuah misa di Lapangan Santo Petrus pada Agustus lalu.
Kunjungan Paus ke Myanmar dijadwalkan pada Senin esok dan dia akan ke Bangladesh pada 30 November, kata Kardinal Tagle dalam sebuah pernyataan.
Paus akan bertemu komunitas Rohingya di Bangladesh pada 1 Desember sebelum mengakhiri kunjungannya, kata Burke.
Rohingya, yang disebut PBB sebagai orang paling teraniaya di dunia, menghadapi ketakutan meningkat atas serangan yang membunuh puluhan orang pada kekerasan komunal pada 2012.
PBB telah mendokumentasikan perkosaan massal, pembunuhan –termasuk bayi dan anak-anak—pemukulan brutal dan penghilangan oleh petugas keamanan.
Dalam sebuah laporan, penyidik PBB mengatakan bahwa pelanggaran tersebut merupakan kejahatan kemanusiaan.