Beyza Binnur Donmez
ANKARA
Presiden Venezuela Nicolas Maduro pada Rabu mengungkapkan kontrak yang ditandatangani oleh pemimpin oposisi Juan Guaido dan mantan anggota Baret Hijau Amerika Serikat Jordan Goudreau, yang memiliki SilverCorps USA, sebuah perusahaan keamanan swasta yang diduga terkait dengan serangan laut yang gagal pada Minggu.
Maduro menunjukkan dokumen itu pada konferensi pers setelah Menlu AS Mike Pompeo membantah keterlibatan Washington dalam serangan itu.
Kontrak itu berisi tanda tangan Guaido, penasihatnya Sergio Vergara dan Juan Jose Rendon, serta Goudreau dan pengacaranya Manuel Retureta.
Maduro mengatakan ada deklarasi tingkat pertama yang menyebutkan mantan Baret Hijau itu tetap berhubungan dengan pemerintah Amerika Serikat dan Guaido untuk melakukan kudeta.
"Jordan Goudreau telah bekerja secara langsung selama beberapa tahun dengan Donald Trump, dalam kontrak dengan Gedung Putih dan Departemen Luar Negeri," ujar dia.
Menanggapi pernyataan Trump yang mengatakan serangan itu tidak ada hubungannya dengan pemerintah AS, Maduro mengatakan Donald Trump menerima laporan setiap pagi tentang Venezuela, sehingga mustahil baginya untuk tidak mengetahui tentang serangan itu.
"Donald Trump dan Mike Pompeo berada di belakang ini. Mereka mengalihdayakan tindakan ini. Jika berjalan dengan baik, cobalah eskalasi intervensi dan jika itu gagal, cuci tangan Anda dan cobalah berbohong,” ungkap dia.
Maduro juga menekankan bahwa jika investigasi dilakukan di AS, maka mereka akan menemukan semua informasi tentang upaya penyerangan bersenjata.
Dia mengkonfirmasi bahwa empat teroris yang terkait dengan penyerangan telah ditangkap.
Kesaksian tentara bayaran AS
Maduro menampilkan video kesaksian Luke Denman, satu dari dua warga AS yang ditahan dalam percobaan serangan tentara bayaran yang bertujuan menggulingkan pemerintahannya.
Denman juga mengkonfirmasi kontrak dan tanda tangannya di dokumen itu.
Dalam video itu, dia merinci bagaimana tim sampai ke Kolombia dan mengorganisir kelompok-kelompok bersenjata untuk memasuki Venezuela.
"Saya melatih kelompok-kelompok bersenjata Venezuela karena saya percaya ini akan membantu 'perjuangan' mereka. Saya pikir ini bukan kasus kelompok-kelompok bersenjata ilegal," ujar Denman.
"Perintah yang kami dapat adalah untuk mengamankan dan mengambil alih bandara untuk mengirim Presiden Nicolas Maduro ke Amerika Serikat."
‘Dukungan Kolombia tidak diragukan lagi'
Kolombia adalah negara kedua setelah AS yang dianggap bertanggung jawab atas upaya Maduro melawan pemerintahnya.
"Tidak ada keraguan bahwa [Presiden] Ivan Duque mendukung serangan bersenjata terhadap Venezuela," tutur sang presiden.
Maduro mendesak penyelidikan untuk memverifikasi keterlibatan Kolombia.
"Hari ini di Bogota, Juvenal Sequea, Hernan Aleman dan Alexander Russo ditangkap. "Tidak mungkin untuk menyembunyikan partisipasi Ivan Duque," kata Maduro, merujuk pada mereka yang menyiapkan serangan bunuh diri drone pada 2018.
Berbicara tentang klaim narcoterorisme, dia mengatakan satu-satunya hubungan yang dimiliki Venezuela dengan Angkatan Bersenjata Revolusioner Kolombia (FARC) adalah untuk membantu dalam negosiasi damai dan penandatanganan perjanjian perdamaian yang diakui oleh Dewan Keamanan PBB.
AS mendakwa Maduro dan sejumlah penasihat utamanya dengan tuduhan narcoterorisme.
Operasi Gideon
Tentara bayaran AS termasuk di antara 13 penyerang bersenjata yang ditahan sebagai bagian dari Operasi Gideon yang diluncurkan pada Minggu untuk membebaskan Venezuela dan menangkap Maduro.
Maduro mengidentifikasi warga Amerika lainnya sebagai Airan Berry.
Menurut sejumlah laporan, Goudreau mengaku bertanggung jawab atas serangan itu.
Dia juga mengaku telah menandatangani kontrak dengan Guaido untuk menggulingkan Maduro, tetapi Guaido membantah tuduhan itu.
Namun, Diosdado Cabello, orang nomor dua di pemerintahan Venezuela mengatakan Guaido berlindung di kedutaan Eropa untuk menghindari penangkapan oleh kantor kejaksaan.
"Dia telah memilih kedutaan yang dia ingin pergi, itu adalah Eropa. Dia tahu apa yang saya bicarakan karena dia sudah mengirim beberapa koper," kata Cabello dalam sebuah acara televisi pada Selasa malam.
"Apa yang ada dalam koper-koper itu?" lanjut dia.
Hubungan diplomatik antara Caracas dan Washington berada di ujung tanduk sejak tahun lalu, di tengah meningkatnya ketegangan politik akibat perebutan kekuasaan antara Maduro dan Guaido.
news_share_descriptionsubscription_contact


