Rhany Chairunissa Rufinaldo
08 Agustus 2019•Update: 09 Agustus 2019
SM Najmus Sakib
DHAKA, Bangladesh
Angka demam berdarah di Bangladesh memecahkan rekor yang tercatat di negara itu sejak tahun 2000.
Setidaknya 110 orang meninggal dunia karena terjangkit wabah dalam tujuh bulan terakhir, lansir surat kabar Prothom Alo .
Sejak Januari 2019, 44 wanita, 32 pria dan 28 anak-anak tewas karena demam berdarah.
Sebelumnya, jumlah kematian tertinggi akibat penyakit ini mencapai 93 orang pada 2000.
Laporan tersebut disusun berdasarkan data yang dihimpun dari sejumlah rumah sakit di Dhaka, kantor Direktorat Kesehatan, ahli bedah sipil dan rumah sakit di sejumlah distrik.
Menurut Direktorat Jenderal Layanan Kesehatan (DGHS), sekitar 2.428 pasien terinfeksi dengue dalam 24 jam terakhir, yang juga memecahkan rekor hari-hari sebelumnya.
Dari total pasien yang terinfeksi pada Rabu, 1.275 orang berasal dari Dhaka, sementara total pasien yang terjangkit di seluruh Bangladesh hingga saat ini mencapai 32.340.
Menurut data pemerintah, jumlah kematian pada Rabu mencapai 23 orang.
Dokter dan pihak dinas terkait kewalahan menangani peningkatan jumlah kasus demam berdarah ini.
Menurut DGHS, populasi nyamuk betina dewasa Aedes di Dhaka saat ini tumbuh 14 kali lebih tinggi daripada periode pra-musim hujan.
Menanggapi penyebaran penyakit yang tidak terkendali, pemerintah mengatakan bahwa pihaknya telah mengalokasikan BDT515 juta (sekitar Rp. 86,8 miliar) untuk memberantas wabah tersebut.
Walikota Korporasi Kota Selatan Dhaka (DSCC) Sayeed Khokon pada Rabu mengatakan bahwa demam berdarah akan menjadi lebih berbahaya jika warga tidak menyadarinya selama hari raya Idul Adha akhir pekan ini.
Dia menegaskan bahwa pihak berwenang terus berupaya melakukan yang terbaik untuk mengatasi wabah ini.