Ekip
16 Maret 2022•Update: 17 Maret 2022
KYIV, Ukraina
Pasukan Rusia telah merebut sebuah rumah sakit di kota Mariupol yang terkepung dan menyandera sekitar 400 warga sipil, kata wakil perdana menteri Ukraina, pada Rabu.
Personel medis termasuk di antara para sandera di rumah sakit, yang ditangkap oleh pasukan Rusia pada hari Selasa, tambah wakil PM Ukraina Iryna Vereshchuk.
Dia mengatakan pasukan Rusia telah menembak dari rumah sakit, mengancam warga sipil yang mencoba melarikan diri ke kota.
Setidaknya 2.000 kendaraan sipil telah meninggalkan Mariupol menggunakan rute evakuasi "tidak resmi" pada Selasa, sebuah sumber di Dewan Kota Mariupol mengatakan kepada Anadolu Agency.
Pada hari Senin, Oleksiy Arestovych, seorang penasihat kepresidenan Ukraina, mengatakan lebih dari 2.500 warga sipil telah tewas dalam serangan Rusia di Mariupol.
Namun, menurut perkiraan PBB, setidaknya 691 warga sipil telah tewas dan 1.143 terluka di seluruh Ukraina sejak Rusia menyatakan perang terhadap tetangga baratnya pada 24 Februari.
PBB, bagaimanapun, telah mengatakan bahwa angka sebenarnya kemungkinan jauh lebih tinggi.
Lebih dari 3 juta pengungsi telah meninggalkan negara itu dan sekitar 6,7 juta orang telah mengungsi, kata badan-badan PBB.