Hakan Çopur
09 Januari 2018•Update: 10 Januari 2018
Hakan Çopur
WASHINGTON
Wakil Presiden Amerika Serikat (AS) Mike Pence dikabarkan akan berkunjung ke Timur Tengah; Mesir, Yordania, dan Israel secara berturut-turut pada 20-23 Januari.
Terkait rencana kunjungan Pence ke Timur Tengah itu, Gedung Putih telah mengeluarkan pernyataan resminya.
Menurut pernyataan tersebut, Pence akan bertolak dari Washington pada 19 Januari dan akan tiba di Mesir pada 20 Januari untuk bertemu dengan Presiden Mesir Abdul Fattah as-Sisi. Setelah itu, Pence dijadwalkan melanjutkan kunjungannya ke Yordania.
Pada 21 Januari Pence akan bertemu dengan Raja Yordania. Lantas pada 22-23 Januari pemberhentian terakhir Pence dalam kunjungannya ke Timur Tengah adalah Israel.
Pence akan bertemu Presiden Israel Reuven Rivlin dan Perdana Menteri Benyamin Netanyahu, kemudian berlanjut dengan kunjungan ke Parlemen Israel Knesset, serta mengunjungi Yad Vashem dan Tembok Ratapan.
Sejak Presiden AS Donald Trump mengumumkan "Amerika Serikat mengakui Yerusalem sebagai ibu kota Israel" kunjungan Pence ke Timur Tengah sempat tertunda selama sebulan, dan pemerintahan AS mengungkapkan alasan penundaannya karena "pemungutan suara terkait undang-undang reformasi pajak pada kongres."
Pejabat Palestina telah mengeluarkan reaksi keras terkait kebijakan Trump terkait keputusan Yerusalem, mereka mengungkapkan tidak akan menerima tawaran bertemu dengan Pence.