Rhany Chairunissa Rufinaldo
07 Januari 2021•Update: 08 Januari 2021
Michael Hernandez
WASHINGTON
Seorang wanita ditembak di bagian dada dalam kerusuhan massal pendukung Presiden Amerika Serikat Donald Trump di gedung Capitol telah meninggal pada Rabu.
Kematiannya dikonfirmasi oleh polisi D.C., tapi mereka tidak memberikan detail lebih lanjut.
Wanita itu terlihat dibawa keluar dari badan legislatif federal oleh pekerja medis karena mengalami pendarahan.
Pada hari sebelumnya, gedung Capitol dibanjiri oleh sekelompok massa ketika anggota parlemen dijadwalkan untuk mengadakan sesi bersama Kongres dalam rangka penghitungan suara Electoral College.
Aksi protes berujung ricuh setelah massa menerobos pintu dan jendela gedung dan bergerak menuju lantai Senat. Sejumlah petugas polisi terluka dalam insiden tersebut.
Pemandangan suram itu belum pernah terjadi sebelumnya dalam sejarah transfer kekuasaan AS yang biasanya berjalan damai.
Trump dan sekutu politiknya selama berbulan-bulan menuduh pemilihan presiden AS telah dicurangi, memicu emosi di antara para pendukungnya dengan teori konspirasi yang telah berulang kali ditolak di pengadilan.
Departemen Kehakiman juga tidak menemukan bukti untuk mendukung klaimnya atas kecurangan pemilu.
Dalam pidato yang disiarkan televisi, Presiden terpilih Joe Biden mengatakan kerusuhan itu adalah serangan terhadap janji-janji paling sakral Amerika.
"Apa yang kita saksikan adalah sejumlah kecil ekstremis yang berdedikasi pada pelanggaran hukum. Ini bukan perbedaan pendapat. Ini kekacauan. Ini kericuhan. Ini berbatasan dengan hasutan dan harus diakhiri sekarang. Saya meminta massa untuk mundur dan membiarkan pekerjaan demokrasi untuk maju,” ungkap dia.
Tak lama setelah Biden tampil di televisi nasional, Trump mengunggah pesan video di Twitter, mempertahankan tuduhan palsunya sambil menyerukan para pendukungnya untuk pulang.
"Kita harus memiliki perdamaian. Kita harus memiliki hukum dan ketertiban dan kami harus menghormati orang-orang hebat dan hukum dan ketertiban. Kami tidak ingin ada yang terluka," kata Trump.
Cuitan Trump dengan cepat ditandai oleh Twitter dan dilarang untuk disukai, di-retweet atau dibalas karena risiko kekerasan.
Pengawal Nasional D.C. telah sepenuhnya diaktifkan untuk membantu penegakan hukum federal dan lokal setelah mereka sebelumnya kewalahan oleh massa pro-Trump.
Penduduk Washington, D.C. menerima panggilan telepon darurat pada Rabu untuk memperingatkan mereka bahwa Wali Kota Muriel Bowser telah memberlakukan jam malam di seluruh kota mulai pukul 6 sore selama 12 jam.