Hayati Nupus
31 Mei 2019•Update: 31 Mei 2019
Barry Ellsworth
TRENTON, Canada
Wakil Presiden AS Mike Pence berkunjung ke Kanada pada Kamis untuk berdiskusi dengan Perdana Menteri Kanada eJustin Trudeau.
Mereka membahas kesepakatan perdagangan bebas AS dengan Meksiko-Kanada (USMCA) yang baru dan hubungan dengan China. Perjanjian perdagangan itu harus diratifikasi oleh legislatif ketiga negara.
Pence juga berbincang dengan beberapa negosiator Kanada, termasuk Menteri Luar Negeri Chrystia Freeland. Dia berkata bahwa dia menyukai USMCA, yang menggantikan Perjanjian Perdagangan Bebas Amerika Utara.
“Saya benar-benar percaya bahwa USMCA adalah gagasan yang waktunya telah tiba,” kata dia. “Administrasi kami bekerja sungguh-sungguh dengan para pemimpin di Kongres Amerika Serikat untuk menyetujui USMCA pada musim panas ini.”
Pence juga mengatakan pada hari sebelumnya bahwa berkat kepemimpinan maju Trudeau dan Presiden AS Donald Trump, ikatan antara Kanada dan AS menjadi lebih erat ketimbang sebelumnya.
“Saya ingin meyakinkan orang-orang Kanada bahwa perdana menteri melakukan tawar menawar [pada USMCA], seperti halnya presiden kita,” kata dia. “Saya ingin meyakinkan Anda bahwa kami melakukan upaya yang menguras energi untuk menggolkan persetujuan lewat Kongres.”
Meski begitu, masih ada kendala pada kedua pihak.
Beberapa Demokrat tak setuju dengan kesepakatan itu, menyarankan perlu tenaga kerja dan standar lingkungan yang lebih baik, serta melemahnya “hak monopoli” perusahaan farmasi besar.
Trudeau mengatakan negosiasi telah rampung dan tak ada alasan untuk meninjau kembali ketentuan USMCA. Lewat konferensi pers setelah bertemu Pence, dia mendesak Demokrat untuk menyetujui kesepakatan itu.
“Ini adalah hal penting yang perlu dipahami Demokrat AS, dan merupakan persoalan, seperti Liberal Kanada, mereka sangat peduli,” kata Trudeau. “Kami yakin, pekerjaan ratifikasi sangat mungkin, karena kami memastikan dari berbagai perspektif, ini kesepakatan baik untuk Amerika, untuk Kanada dan Meksiko.”
Kendala lainnya adalah pelibatan China.
Desember lalu, Kanada menahan CEO Huawei Meng Wanzhou atas permintaan AS. Dia dalam tahanan rumah di Vancouver, menunggu sidang ekstradisi. AS mengatakan dia melanggar sanksi perdagangan terhadap Iran.
China kemudian menangkap dua warga kanada dan tindakan itu dipandang sebagai pembalasan atas penahanan Meng. Pence mengatakan AS dapat mengatasi situasi tersebut.
“Amerika Serikat telah berbicara keras tentang penangkapan dan penahanan…ketahuilah bahwa kami mendukung Anda demi keamanan negara kami dan negara Anda, dan untuk kepentingan warga negara kami,” kata dia.
Kunjungan Pence hanya berlangsung selama sehari.