Seyit Kurt
03 Juli 2026•Update: 03 Juli 2026
Wakil Presiden Turkiye Cevdet Yilmaz bertemu dengan Presiden Iran Masoud Pezeshkian di Istana Saadabad, Teheran, pada Jumat. Pertemuan berlangsung saat Yilmaz menghadiri upacara kenegaraan untuk pemimpin tertinggi Iran, Ali Khamenei, yang tewas dalam serangan Amerika Serikat dan Israel pada akhir Februari.
Dalam pernyataannya melalui platform media sosial NSosyal, Yilmaz mengatakan Turkiye turut merasakan duka yang dialami rakyat Iran dalam beberapa waktu terakhir.
"Kami di Turkiye akan terus berkontribusi dalam upaya mewujudkan perdamaian dan stabilitas yang berkelanjutan di kawasan, memperkuat jalur dialog, serta mendukung proses normalisasi pascaperang," kata dia.
Dia menegaskan Turkiye akan terus bekerja sama dengan Iran untuk mengembangkan hubungan bilateral di berbagai bidang, terutama ekonomi, perdagangan, energi, dan transportasi.
Yilmaz juga menyampaikan terima kasih kepada Pezeshkian atas sambutannya serta menyampaikan belasungkawa kepada negara dan rakyat Iran.
"Saya memohon rahmat Allah bagi seluruh saudara kami di Iran yang kehilangan nyawa, terutama Pemimpin Tertinggi Ali Khamenei. Saya kembali menyampaikan kesabaran dan belasungkawa kepada negara serta rakyat Iran yang bersahabat dan bersaudara," ujar dia.
Rangkaian upacara pemakaman Ali Khamenei berlangsung di sejumlah kota di Iran pada 3-9 Juli.
Turkiye menginginkan stabilitas, bukan perang
Berbicara kepada wartawan di Teheran, Yilmaz mengatakan Iran dan Turkiye merupakan dua negara kuno di kawasan yang memiliki sejarah dan peradaban bersama. Dia menegaskan Turkiye turut merasakan penderitaan rakyat Iran.
Dia juga menyampaikan belasungkawa atas korban tewas dalam serangan terhadap Iran serta mengingatkan bahwa Turkiye sejak awal telah berupaya mencegah pecahnya perang.
"Iran dan Turkiye adalah negara-negara kuno di kawasan ini. Kami memiliki sejarah dan peradaban bersama. Kami adalah negara bertetangga dan bersaudara. Penderitaan rakyat Iran adalah penderitaan kami," katanya.
Yilmaz mengatakan pertemuannya dengan Pezeshkian berlangsung produktif dan turut membahas nota kesepahaman antara Iran dan Amerika Serikat yang ditandatangani bulan lalu. Menurut dia, Turkiye terus berupaya agar nota kesepahaman tersebut dapat berkembang menjadi perdamaian yang berkelanjutan.
"Sebagai Republik Turkiye, kami tidak menginginkan perang di kawasan ini. Kami menginginkan stabilitas. Kami ingin seluruh masyarakat di kawasan hidup dalam damai dan stabil," kata dia.