Maria Elisa Hospita
03 Oktober 2018•Update: 03 Oktober 2018
YERUSALEM
Warga Palestina telah meminta Kanselir Jerman Angela Merkel untuk campur tangan dalam menyelamatkan komunitas Badui Palestina Khan al-Ahmar, yang kemungkinan akan digusur oleh pemerintah Israel.
Merkel rencananya akan tiba di Israel pada Rabu malam untuk kunjungan selama dua hari di mana dia akan berdiskusi dengan para pejabat Israel mengenai hubungan antara kedua negara. Dia juga akan bertemu dengan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu dan Presiden Reuven Rivlin.
Sementara itu, Merkel tidak akan mengunjungi Ramallah atau bertemu dengan pejabat Palestina selama kunjungannya.
"Uni Eropa telah memperingatkan konsekuensi penggusuran desa dan Merkel harus mengirim pesan yang jelas kepada para pejabat Israel bahwa penghancuran Khan al-Ahmar akan mengekspos Israel untuk akuntabilitas," ujar aktivis Palestina Mustafa Barghouthi.
Dia meminta Kanselir Jerman untuk ikut melawan "pembersihan etnis" yang dilakukan Israel atas warga Palestina.
Menurut harian Israel, Haaretz, Merkel kemungkinan akan membahas penggusuran Khan al-Ahmar dan kampung itu tidak akan dihancurkan selama kunjungan Merkel.
Jelang kunjungan Merkel ke Israel, anggota partai oposisi Israel dan Jerman bertemu untuk merumuskan pernyataan bersama yang menyerukan "mengakhiri pendudukan dan menghentikan pembongkaran Khan al-Ahmar".
Pertemuan itu dipimpin oleh anggota Knesset Mossi Raz dari partai sayap kiri Meretz dan anggota parlemen Jerman Omid Nouripour.
“Penghancuran Khan al-Ahmar termasuk dalam kejahatan perang yang bertentangan dengan hukum internasional. Saya berharap komunitas internasional akan membantu menghentikan kebijakan itu dan menekan pemerintah Israel,” kata Raz kepada Haaretz.
Pada Selasa, warga Palestina berunjuk rasa menentang penggusuran sambil melambaikan foto Merkel.
Sebelumnya, pada 5 September, Mahkamah Agung Israel memutuskan untuk menghancurkan Khan al-Ahmar dan mengusir penduduk desa.
Israel berencana untuk mengusir sekitar 10.000 penduduk Badui dari Zona E1 seluas 15 kilometer persegi, untuk memberi jalan bagi unit perumahan yang menghubungkan Yerusalem ke permukiman Ma'ale Adumim.
Jika terlaksana, kebijakan itu akan secara efektif membelah Tepi Barat menjadi dua bagian.
Awal Juli, sejumlah buldoser Israel menghancurkan tenda dan bangunan di Khan al-Ahmar, yang memicu bentrokan dengan penduduk setempat.
Saat ini ada 46 komunitas Badui - yang terdiri dari sekitar 3.000 penduduk - yang tersebar di Yerusalem Timur yang diduduki Israel.
Berdasarkan perjanjian Oslo 1995 antara Israel dan Otoritas Palestina (PA), Tepi Barat - termasuk Yerusalem Timur - dibagi menjadi Area A, B, dan C.
Area A berada di bawah administrasi dan keamanan PA; Area B berada di bawah administrasi PA dan kontrol keamanan Israel; dan Area C - di mana Khan al-Ahmar berada - berada di bawah administratif dan keamanan Israel.