Erric Permana
18 November 2018•Update: 20 November 2018
Anees Suheil
RAMALLAH, Palestina
Puluhan pengunjuk rasa menderita gangguan pernafasan akibat gas air mata yang ditembakkan oleh pasukan Israel saat aksi unjuk rasa yang dilakukan para jurnalis Palestina di Tepi Barat.
Tentara Israel menggunakan gas air mata untuk membubarkan protes, yang digelar di pos pemeriksaan Qalandia di utara Yerusalem Timur, menurut seorang reporter Anadolu Agency di daerah tersebut.
Sejumlah wartawan dilaporkan terluka selama protes.
Aksi unjuk rasa pada itu dilakukan menyusul adanya pembatasan Israel terhadap jurnalis Palestina di wilayah pendudukan.
Menurut Sindikat Jurnalis Palestina, sebuah LSM, otoritas Israel semakin membatasi pergerakan wartawan Palestina dalam upaya untuk mencegah mereka melakukan pekerjaannya
Pusat Palestina untuk Pengembangan dan Kebebasan Media (MADA\ memperkirakan bahwa pasukan Israel telah melakukan 833 serangan terhadap kelompok-kelompok media dan personil di Tepi Barat dan Jalur Gaza sejak 2016.
Sementara itu, tiga orang Palestina terluka peluru Israel selama protes di kota Urif, Tepi Barat, menurut Bulan Sabit Merah Palestina (RRC).
Puluhan pengunjuk rasa juga menderita sesak napas akibat gas air mata yang ditembakkan oleh pasukan Israel selama unjuk rasa, kata PRC.