Muhammad Abdullah Azzam
11 Juni 2018•Update: 12 Juni 2018
Esat Fırat
RAMALLAH
Ratusan warga Palestina di Tepi Barat berkumpul di alun-alun Al-Manara, Ramallah untuk menyerukan penyelesaian terhadap perpecahan di antara Hamas dan Fatah, serta menyeruakan slogan "persatuan nasional untuk Gaza yang terhormat!".
Seorang aktivis Palestina bernama Hani al-Misri mengatakan kepada Anadolu Agency bahwa "rakyat Gaza tak sendirian, kami mencoba memberikan pesan bahwa kami warga Tepi Barat berada di pihak mereka.
Al-Misri menekankan bahwa jika ada perbedaan di antara Hamas dan Fatah, rakyat Palestina tak harus membayar kerugian perpecahan ini.
Al-Misri mengatakan, sanksi terhadap rakyat Gaza jelas tak dapat diterima.
Selama hampir setahun, Pemerintah Palestina membayar gaji pegawai di Gaza dengan potongan 30 hingga 50 persen. Sejak bulan lalu para pegawai di sana belum menerima gaji. Namun hingga kini belum ada pernyataan yang dibuat oleh Otoritas Palestina terkait masalah ini.
Pada 19 Maret lalu, Presiden Palestina Mahmoud Abbas mengungkapkan akan mengambil keputusan hukum, undang-undang dan kebijakan keuangan di Gaza.
Warga Palestina kerap melakukan aksi demo untuk memprotes pemotongan dan penundaan gaji kepada para pegawai di Gaza.