Rhany Chairunissa Rufinaldo
12 Maret 2020•Update: 12 Maret 2020
Michael Hernandez
WASHINGTON
Presiden Donald Trump mengumumkan Rabu malam bahwa Amerika Serikat akan membatasi semua perjalanan dari Eropa, dengan pengecualian pada Inggris, mulai akhir pekan ini dalam upaya untuk mengurangi penyebaran virus korona.
Menyampaikan pidato dari Kantor Oval, Trump mengatakan pembatasan yang mulai berlaku pada Jumat tengah malam itu akan disesuaikan dengan kondisi di lapangan dan pengecualian diberikan untuk warga negara Inggris yang telah menjalani pemeriksaan yang sesuai.
“Kami telah melakukan langkah penyelamatan jiwa dengan tindakan awal pada China. Sekarang kami harus mengambil tindakan yang sama dengan Eropa. Kami tidak akan menunda," ujar dia.
Menurut Departemen Keamanan Dalam Negeri, negara-negara yang akan terkena dampak adalah negara-negara Area Schengen, termasuk Austria, Belgia, Republik Ceko, Denmark, Estonia, Finlandia, Prancis, Jerman, Yunani, Hongaria, Islandia, Italia, Latvia, Liechtenstein, Lithuania, Luksemburg, Malta, Belanda, Norwegia, Polandia, Portugal, Slovakia, Slovenia, Spanyol, Swedia dan Swiss.
Penduduk tetap yang sah dan anggota keluarga warga negara AS tidak terdampak oleh pembatasan baru ini.
Pembatasan serupa sebelumnya diterapkan oleh Trump pada perjalanan dari China dan Iran masing-masing pada Januari dan Februari.
Pengumuman itu disampaikan pada hari yang sama ketika Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) secara resmi menyatakan penyebaran Covid-19 sebagai pandemi global dan ketika ibu kota AS menyatakan keadaan darurat.
Tak lama setelah Trump mengakhiri pidatonya, Gedung Putih mengumumkan bahwa presiden membatalkan acara yang telah dijadwalkannya di Colorado dan Nevada karena perlu berhati-hati terhadap wabah virus korona.