Ekip
03 April 2018•Update: 03 April 2018
Mohamed al-Samei
SANAA
Wabah penyakit difteri sudah menewaskan 84 orang di Yaman sejak Oktober lalu, menurut Organisasi Kesehatan Dunia WHO pada Selasa.
Melalui sebuah pernyataan, badan PBB itu mengatakan terdapat lebih dari 1.516 kasus terduga difteri terdaftar di 20 dari 23 provinsi di Yaman.
Khususnya provinsi Ibb dan al-Hodeidah memiliki jumlah pasien difteri terbanyak.
Penyakit itu menyebar dengan mudah, melalui bersin, batuk, atau bahkan berbicara, menurut otoritas kesehatan.
Difteri sering menjangkit anak-anak dan bisa menjadi epidemi yang sangat parah bila tidak langsung ditangani.
Badan kesehatan Yaman baru-baru ini meluncurkan kampanye vaksinasi dalam upaya mencegah penyebaran penyakit tersebut.
Yaman dilanda perang saudara sejak 2014, ketika kelompok pemberontak Houthi menguasai ibu kota Sanaa dan sebagian besar wilayah negara, sehingga memaksa pemerintah Yaman yang diakui secara internasional melarikan diri ke Arab Saudi.
Pada 2015, Arab Saudi dan sekutunya melancarkan kampanye udara besar-besaran untuk menggulingkan pertahanan Houthi.
Kekerasan yang berkelanjutan itu menghancurkan infrastruktur dasar, termasuk layanan air dan kebersihan, sehingga PBB mengatakan situasi Yaman adalah salah satu "bencana kemanusiaan terburuk dalam sejarah moderen dunia".