Rhany Chairunissa Rufinaldo
26 Februari 2020•Update: 26 Februari 2020
James Tasamba
KIGALI, Rwanda
Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) pada Selasa mendesak Afrika mempersiapkan diri untuk menghadapi wabah virus korona, yang juga dikenal dengan Covid-19, setelah kasus kedua dikonfirmasi di benua itu.
Kementerian kesehatan Aljazair melaporkan kasus Covid-19 pertama di negara itu setelah tes menunjukkan bahwa seorang pria Italia yang tiba di negara itu pada 17 Februari dinyatakan positif.
Kasus virus korona pertama di Afrika dilaporkan awal bulan ini di Mesir.
Aljazair adalah salah satu dari 47 negara cakupan WHO di kawasan Afrika.
“Ini adalah kasus pertama di wilayah WHO Afrika,” kata Dr. Matshidiso Moeti, Direktur Regional WHO untuk Afrika, dalam sebuah pernyataan.
“Jendela peluang yang dimiliki benua untuk bersiap menghadapi virus korona sudah ditutup. Semua negara harus meningkatkan kegiatan kesiapsiagaan mereka,” tambah dia.
Aljazair adalah salah satu dari 13 negara yang diidentifikasi WHO sebagai prioritas utama untuk langkah-langkah kesiapsiagaan karena hubungan langsung mereka atau tingginya volume perjalanan ke China.
WHO berjanji untuk mengirimkan tim ahli ke Aljazair guna mendukung otoritas kesehatan.
Dalam pertemuan darurat dengan para menteri kesehatan Afrika di Komisi Uni Afrika di Addis Ababa, Ethiopia, Sabtu, WHO berjanji untuk mendukung negara-negara Afrika dalam kesiapsiagaan menghadapi virus korona dan strategi tanggapan bersama ketika ancaman menjulang naik di benua itu.
Moeti mengatakan WHO telah menemukan adanya kesenjangan kritis dalam kesiapan negara-negara di seluruh benua.
WHO melakukan survei di berbagai negara untuk menilai keseluruhan persiapan mengahadapi penyakit dan menemukan tingkat kesiapan regional diperkirakan mencapai 66 persen.
Covid-19 pertama kali terdeteksi di China pada Desember 2019 dan telah menyebar ke lebih dari 30 negara lain, termasuk AS, Inggris, Singapura, Prancis, Rusia, Spanyol dan India.