Muhammad Abdullah Azzam
02 Agustus 2019•Update: 02 Agustus 2019
Leila Thabti, Mehmet Nuri Uçar
ADEN
Kementerian Dalam Negeri Yaman mengumumkan bahwa sedikitnya 49 orang tewas dalam serangan berbeda terhadap markas militer dan kantor polisi di ibu kota sementara Aden.
Menurut pernyataan tertulis resmi dari Kementerian Dalam Negeri, setidaknya 13 orang tewas akibat serangan bom mobil di halaman kantor polisi di daerah Umar al-Muhtar, wilayah Seikh Usman pada Kamis pagi.
Beberapa saat setelah serangan bom tersebut kelompok pemberontak Houthi melancarkan serangan rudal balistik jarak menengah dan pesawat tanpa awak terhadap pasukan keamanan yang sedang melakukan parade militer di kamp Al-Jala di kota yang sama.
Serangan yang menargetkan pasukan al-Hizam al-Amni (Sabuk Pengaman) dukungan Uni Emirat Arab (UEA) itu menewaskan setidaknya 36 orang.
Di antara korban tewas terdapat salah satu komandan pasukan pemerintah Yaman, Munir al-Yafi dan seorang komandan al-Hizam al-Amni, Rajih bin Mansur.
Juru bicara militer Houthi, Yahya al-Seri mengkonfirmasi pihak melancarkan rudal balistik ke sasaran militer di timur Arab Saudi, lapor televisi Houthi, Al-Masirah.
Lewat sebuah pernyataan, juru bicara Houthi, Yahya Seri, mengatakan rudal itu ditujukan ke Kota Dammam.
Dia menyebut peluncuran rudal itu untuk menunjukkan kekuatan rudal kelompoknya.
Yaman dilanda konflik kekerasan dan kekacauan sejak 2014, ketika pemberontak Houthi menguasai sebagian besar negara itu, termasuk ibu kota Sanaa.
Krisis meningkat setahun kemudian ketika koalisi militer pimpinan Saudi melancarkan kampanye udara besar-besaran untuk mengalahkan Houthi.
Menurut PBB, Yaman menghadapi salah satu krisis kemanusiaan terburuk di dunia, di mana lebih dari 10 juta orang berada di ambang bencana kelaparan.