Astudestra Ajengrastrı
27 Juni 2018•Update: 27 Juni 2018
Murat al-Arifi dan Ali Oweida
SANAA
Setidaknya sembilan warga sipil menjadi korban "salah bunuh" pada Selasa dan 11 lainnya luka-luka dalam serangan udara yang dilakukan oleh koalisi yang pimpinan Saudi di provinsi sebelah barat Yaman, Hudaydah, ujar sumber militer lokal.
Jet-jet tempur koalisi ini menyerang sebuah bus yang mengangkut pengungsi di dekat pos pemeriksaan untuk milisi Houthi di Yaman yang terletak di Mati, Direktorat Al-Jarrahi, ujar sumber yang berbicara kepada Anadolu Agency dalam keadaan anonim karena pembatasan berbicara dengan media.
Target mereka adalah anggota Houthi yang berada di pos pemeriksaan, tambah sumber tersebut.
Belum ada pernyataan yang dikeluarkan oleh koalisi soal insiden ini.
Pekan lalu, pasukan pemerintahan Yaman yang didukung oleh koalisi militer yang dipimpin Saudi menduduki bandara internasional Al-Hudaydah setelah bentok dengan milisi Houthi.
Yaman terus terkoyak sejak 2014, ketika pemberontak Syiah Houthi menguasai negara tersebut, termasuk di ibu kota Sanaa.
Konflik ini meningkat pada 2015 ketika Arab Saudi dan sekutu-sekutu Arab-Sunni-nya -- yang menuduh Houthi berlaku sebagai proksi untuk Syiah Iran -- meluncurkan serangan udara besar-besaran di Yaman yang bertujuan untuk merebut kembali kekuasaan dari Houthi.
Setahun kemudian, dialog perdamaian yang disponsori PBB di Kuwait gagal untuk mengakhiri konflik.
Kekerasan ini membuat banyak infrastruktur Yaman hancur, termasuk sistem air dan sanitasi, mendorong PBB untuk menyebut situasi ini sebagai "salah satu bencana kemanusiaan terparah dalam sejarah era modern".