Dwi Muchtar
19 Agustus 2018•Update: 20 Agustus 2018
Mohamad Mistor
ANKARA, Turki
Kelompok teror YPG/PKK telah menahan beberapa orang Arab di timur laut Suriah, Qamishli, yang mengumumkan pencalonan mereka untuk pemilihan umum rezim Assad pada September, sumber di Suriah mengatakan kepada Anadolu Agency.
Qamishli hingga kini masih dikuasai oleh kelompok teror.
Menurut sumber, rezim Assad telah membentuk biro pemilihan umum di Qamishli yang berkoordinasi dengan kelompok teror YPG / PKK. Total 17 kandidat independen berbangsa Arab, diketahui memiliki kedekatan dengan rezim, kemudian mendaftar kepada biro untuk pencalonan mereka. Namun, YPG/PKK menyerang rumah-rumah mereka dan menahan mereka meskipun pencalonan telah diterima.
Rezim Assad mengumumkan akan menyelenggarakan pemilihan umum untuk pertama kalinya sejak dimulainya perang sipil. Untuk alasan ini, kelompok teror YPG/PKK mempercepat pembicaraan mereka yang telah berjalan cukup lama.
Dalam pertemuan mereka minggu lalu, YPG/PKK dan rezim Assad tidak mencapai kata sepakat atas permintaan kelompok teror yang meminta otonomi.
Pada Juli, kelompok teror YPG/PKK sepakat untuk menyerahkan beberapa kilang minyak paling menguntungkan kepada rezim, mengakhiri beberapa minggu negosiasi. Setelah itu, hubungan antara rezim dan organisasi mulai menguat.
Menurut kalkulasi yang dibuat oleh Anadolu Agency, rezim Assad menguasai 59 persen Suriah, sementara kelompok teror YPG/PKK menguasai 27,7 persen.