Astudestra Ajengrastrı
20 Agustus 2018•Update: 20 Agustus 2018
Shadi Khan Saif
KABUL, Afghanistan
Presiden Afghanistan Ashraf Ghani pada Minggu mengumumkan gencatan senjata bersyarat kepada Taliban sebelum Iduladha, hari raya umat Muslim, yang efektif berlaku pada Senin.
Berbicara dalam upacara yang digelar untuk memperingati HUT Kemerdekaan Afghanistan ke-99 di Darul Aman yang ikonik di Kabul, Ghani berkata gencata senjata ini akan berlangsung selama tiga bulan, bila Taliban mau menerimanya.
Dia berkata keputusan ini diambil setelah konsultasi panjang dengan segmen-segmen berbeda masyarakat Afghan dan ulama Islam dari seluruh dunia.
"Seiring mendekatnya Iduladha, dan untuk menghormati segmen-segmen berbeda di masyarakat Afghan [...] dan untuk menghormati keinginan pada ulama di dunia Islam yang kami kumpulkan di masjid-masjid yang suci, dan untuk menghormati keinginan Organisasi Kerja sama Islam dan penjaga dua masjid suci, Raja Arab Saudi, kami mengumumkan gencatan senjata yang akan efektif berlaku besok, Senin, pada hari Arafat, sampai pada hari lahirnya Nabi, Maulid, (19 November) bila Taliban mau menerimanya," kata Presiden Afghan tersebut.
Dia melanjutkan, gencata senjata bisa diperpanjang apabila Taliban juga menginginkan memperpanjang gencatan sejata dari sisi mereka.
Ghani berkata, gencatan senjata akan memberikan kesempatan kepada pemerintah Afghan untuk melaksanakan pembangunan dan reformasi yang dimulai oleh mendiang Raja Ghazi Shah Amanullah Khan.
Prediden memanggil para pemimpin Taliban untuk mewujudkan keinginan masyarakat Afghanistan akan perdamaian yang berkelanjutan dan nyata, dan mempersiapkan diri untuk melakukan dialog perdamaian berdasarkan nilai-nilai dan prinsip-prinsip Islam.
"Pemerintah Afghan telah menghilangkan semua rintangan untuk mewujudkan perdamaian melalui langkah-langkah yang belum pernah ditempuh ini," tambah dia.
Jens Stoltenberg, sekretaris jenderal NATO, menyambut baik langkah ini. "Saya mendorong Taliban untuk menunjukkan perhatian mereka kepada warga Afghan dengan menerimanya," cuit dia.
Pakistan juga menyambut baik deklarasi gencatan senjata ini.
"Pakistan mendukung penuh semua usaha yang dilakukan untuk mencapai stabilitas dan perdamaian yang abadi di Afghanistan. Masyarakat Afghanistan layak menerimanya. Bersamaan dengan perayaan Hari Kemerdekaan Afghanistan, pengumuman ini memiliki arti yang lebih besar," menurut Kementerian Luar Negeri Pakistan melalui sebuah pernyataan.
"Kami juga meminta semua pihak, atas nama tradisi suci kurban pada Iduladha, untuk memberlakukan gencatan senjata pada kekerasan -- lebih baik untuk waktu yang lebih panjang," imbuh pernyataan itu.
* Islamuddin Sajid di Islamabad turut melaporkan.