Surya Fachrizal Aprianus
29 September 2019•Update: 30 September 2019
Oleh John Cassim
HARARE
Setelah perdebatan berminggu-minggu antara pemerintah dan pihak keluarga, mantan Presiden Zimbabwe Robert Mugabe akhirnya dimakamkan di komplek rumahnya di Zvimba - 80 kilometer sebelah barat ibu kota Harare - pada hari Sabtu, sesuai dengan wasiatnya kepada keluarga.
Sekitar 200 kerabat dekat, anggota Gereja Katolik, dan pemimpin tradisional dari Zvimba menghadiri upacara pemakaman pribadi itu.
“Kami senang pemakaman akhirnya dilakukan di sini di wisma Mugabe, karena ini adalah keinginan terakhir Robert Mugabe,” kata Shuvai Gumbochuma, kakak perempuan dari mantan ibu negara Grace Mugabe.
"Adik ipar kami memberi tahu kami, sebelum ia meninggal bahwa ia diejek oleh presiden penggantinya.""
Gumbochuma mengatakan, pihak keluarga Mugabe menyangka pemerintah Zimbabwe akan mengubur Mugabe layaknya pahlawan dan akan dihadiri ribuan orang. "Tetapi itu tidak akan terjadi," katanya.
Mugabe, mantan orang terkuat di Zimbabwe, wafat pada 6 September di satu rumah sakit Singapura. Sedianya Mugabe dimakamkan di National Heroes Acre, di Harare, setelah Presiden Emmerson Mnangagwa menyatakan Mugabe sebagai pahlawan kemerdekaan.
Pemerintah Zimbabe tengah membangun mausoleum untuk Mugabe, tetapi pihak keluarga berkeras memakamkannya di Zvimba. Hal tersebut membuat banyak warga Zimbabwe terjejut.
"Saya sangat terkejut ketika gagasan itu muncul. Dia akan dipisahkan dari sisa pahlawan perang pembebasan lainnya," kata Profesor Lovemore Madhuku, seorang dosen hukum terkenal, kepada Channel Afrika pada upacara pemakaman.