Erric Permana
15 April 2020•Update: 15 April 2020
JAKARTA
Indonesia dalam waktu dekat akan mampu membuat alat bantu pernapasan portable atau ventilator protable dan alat tes Covid-19.
Menteri Riset dan Teknologi Bambang Brodjonegoro mengatakan untuk alat ventilator portable akan diproduksi oleh dua perusahaan yakni PT LEN dan PT Polijaya.
Saat ini prototype alat tersebut masih dalam tahap pengujian oleh Kementerian Kesehatan.
"Perusahaan itu masing-masing mempunyai kapasitas produksi 100 unit portable ventilator per minggu masing-masing pabrik," kata Bambang Brodjonegoro usai rapat terbatas pada Rabu.
Diperkirakan kata dia, pada 25 April mendatang akan tersedia sekitar 200 unit ventilator pertama buatan Indonesia yang didesain oleh tim yang dipimpin Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT).
Kementeriannya juga mengaku mendapatkan 15 usulan pembuatan ventilator dari berbagai perguruan tinggi, lembaga penelitian maupun dari masyarakat dan perusahaan swasta.
Sementara itu mengenai alat deteksi atau tes Covid-19, Bambang Brodjonegoro mengatakan ada dua jenis alat tes yakni tes cepat atau rapid test dan tes Polymerase Chain Reaction (PCR).
Untuk rapid test, pada jangka waktu 6 pekan mendatang akan ada 100 ribu produksi unit rapid test hasil kerja sama BPPT dan Universitas Gadjah Mada.
Rapid test tersebut kata dia akan diproduksi oleh PT Hematika yang berada di Yogyakarta.
"Rencananya nanti tentu akan diproduksi dalam jumlah yang lebih besar lagi untuk kebutuhan rapid test dalam rangka penanganan Covid-19," tambah dia.
Sementara untuk tes PCR, BBPT kata dia telah bekerja sama dengan perusahaan startup dan PT Bio Farma dan akan menjalani terlebih dahulu pengujian di Kementerian Kesehatan.
"Tentunya akan dilakukan produksi yang dilakukan PT Bio Farma sehingga tidak lama lagi kita akan punya PCR test kit yang basisnya virus Covid-19 yang terjadi di Indonesia, jadi bukan yang berasal dari luar," kata dia dia.