İqbal Musyaffa
22 Maret 2018•Update: 23 Maret 2018
Iqbal Musyaffa
JAKARTA
Kementerian Perdagangan menyebut dari lima perusahaan biodiesel Indonesia, baru ada empat yang mendapatkan penghapusan Bea Masuk AntiDumping (BMAD) dari Uni Eropa (UE).
“Satu perusahaan lagi masih menunggu keputusan definitif dari Organisasi Perdagangan Dunia (World Trade Organization/WTO) terkakt BMAD ini,” ungkap Direktur Jenderal Perdagangan Luar Negeri Kementerian Perdagangan Oke Nurwan.
Di sela-sela sosialisasi aturan impor kepada para pengusaha di Jakarta, Kamis, Oke menjelaskan bahwa pihak UE tidak mengajukan banding. Dengan begitu, maka keempat perusahaan biodiesel tidak dikenakan BMAD untuk ekspor produk biodiesel ke Eropa.
Dia menambahkan, keempat perusahaan produsen biodiesel tersebut sudah bebas dari BMAD ke Eropa sejak 16 Maret.
UE sebelumnya menetapkan BMAD terhadap produk biodiesel Indonesia dengan margin dumping antara 8,8 persen hingga 23,3 persen sejak 19 November 2013.
Dengan penghapusan BMAD tersebut, maka bea masuk yang telah dibayarkan oleh perusahaan produsen biodiesel Indonesia saat mengekspor produknya ke Eropa dalam kurun waktu tersebut kemungkinan akan dikembalikan, meskipun belum bisa dipastikan.
Oke menambahkan, dengan adanya keputusan tersebut, nilai ekspor produk biodiesel Indonesia ke Benua Biru bisa dipastikan akan naik pada April 2018 mendatang.
Berdasarkan data dari Badan Pusat Statistik, ekspor biodiesel Indonesia ke Eropa tergerus dalam kurun waktu 2013 ke 2016 dari USD649 juta menjadi USD150.
Tahun 2015 menjadi titik terendah ekspor biodiesel Indonesia ke Eropa yang tercatat hanya USD68 juta.
Sebelum produk biodiesel Indonesia dikenakan BMAD, nilai ekspor biodiesel Indonesia ke Eropa pernah menyentuh angka USD1,4 miliar pada 2011.
Meskipun sudah terbebas dari BMAD biodiesel, Indonesia masih mengalami hambatan berupa pelarangan produk biodiesel dari kelapa sawit untuk masuk ke Eropa pada tahun 2021 mendatang.
"Tinggal menunggu ketentuan parlemen Eropa soal biodiesel,” jelas dia.
Masa waktu bebas BMAD produk biodiesel Indonesia, menurut dia, sangat pendek hingga 2021 sebelum akan terkendala larangan masuk kembali oleh Eropa.