Muhammad Latief
13 Oktober 2017•Update: 13 Oktober 2017
Muhammad Latief
TANGERANG
Pemerintah Indonesia ingin menghilangkan hambatan-hambatan untuk meningkatkan nilai perdagangan dengan Turki, demikian disampaikan Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita, pada Jumat.
Menurut Menteri Enggar, salah satu hambatan dalam perdagangan kedua negara adalah kebijakan anti-dumping Turki pada beberapa produk asal Indonesia.
Dia berharap, ada pengurangan atau bahkan penghapusan kebijakan ini untuk meningkatkan perdagangan bilateral dan memaksimalkan potensi perdagangan kedua negara.
Setelah sebelumnya wakil perdana menteri Turki Fikri Isik mengunjungi area Trade Expo Indonesia (TEI), hari ini kedua negara melanjut dengan forum bilateral Joint Commission on Economic and Technical Cooperation/JEC atau Sidang Komisi Bersama untuk membahas hambatan-hambatan tersebut.
Ini adalah SKB yang kedelapan bagi kedua negara. Pertemuan terakhir digelar di Ankara, September lalu.
Pembahasan dalam SKB tersebut mencakup bidang ekonomi, perdagangan, investasi, energi, infrastruktur, pariwisata, serta berbagai bidang kerja sama lainnya.
Direktur Jenderal Perundingan Perdagangan Internasional Iman Pambagyo mengatakan, ada 11 hingga 14 produk Indonesia yang dumping di Turki. Produk-produk tersebut ditengarai dijual lebih murah di pasar Turki.
Harga dumping ini, sedang diinvestigasi oleh otoritas Turki, setelah ditemukan nantinya akan dikenakan pada harga barang tersebut di pasar Turki.
Misalnya, Iman menyontohkan, jika ditemukan ada selisih harga sebesar 20 persen, maka selanjutnya jika barang tersebut kembali masuk ke Turki maka selisih tersebut akan dikenakan.
Sebenarnya, kata Iman, trade remedies seperti ini masih diperbolehkan dalam aturan World Trade Organization [WTO].
“Namun, selayaknya negara bersahabat, [dumping] ini bisa dikonsultasikan,” ujarnya.
Selain dumping, tantangan lain perdagangan dengan Turki adalah perjanjian mereka dengan negara kompetitor seperti Malaysia. Fasilitas ini, menurut Iman membuat Turki lebih memilih produk crude palm oil dari negara tersebut.