İqbal Musyaffa
23 November 2019•Update: 25 November 2019
JAKARTA
Bank Indonesia memperkirakan inflasi berdasarkan survei pemantauan harga minggu ketiga November sebesar 0,18 persen (month to month) atau 3,04 persen secara tahunan atau year on year (yoy).
Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo mengatakan penyumbang inflasi pada November 2019 antara lain bawang merah sebesar 0,08 persen, daging ayam ras 0,05 persen, dan beberapa komoditas lainnya.
“Sedangkan komoditas yang mengalami deflasi antara lain cabai merah 0,07 persen dan cabai rawit 0,02 persen,” jelas Perry di Jakarta, Jumat.
Perry mengatakan kondisi ini menunjukkan bahwa inflasi sampai November masih rendah dan terkendali.
Akan tetapi, menjelang akhir tahun inflasi pada November biasanya lebih tinggi dibanding Oktober sehingga inflasi secara year to date sebesar 2,41 persen.
“Berdasarkan ini kenapa BI menyampaikan sampai akhir tahun kita inflasi angkanya sekitar 3,1 persen serta meyakini inflasi masih rendah dan terkendali,” ungkap dia.
Perry mengatakan Bank Indonesia akan tetap konsisten menjaga stabilitas harga dan memperkuat koordinasi kebijakan dengan pemerintah baik di tingkat pusat ataupun daerah untuk memastikan inflasi terjaga dalam kisaran sasaran.