Adelline Tri Putri Marcelline
25 Mei 2021•Update: 25 Mei 2021
JAKARTA
Indonesia mencatat Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara hingga April 2021 sebesar Rp723 Triliun atau tumbuh 15,9 persen secara tahunan.
Menteri Keuangan Sri Mulyani mengatakan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) pada kuartal pertama digunakan sebesar mungkin untuk penanganan Covid-19 dan membantu Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM).
“Kita melihat belanja lebih diprioritaskan untuk penanganan Covid-19 serta membantu UMKM ini merupakan jaring pengaman sosial sekaligus pemulihan,” kata Sri Mulyani dalam konferensi pers secara virtual, Selasa.
Selain itu, dia memaparkan bahwa belanja kementerian lembaga juga tumbuh sebesar 37,2 persen.
Dia merinci, belanja kementerian lembaga ini didukung belanja modal proyek infrastruktur dasar, infrastruktur konektivitas, pengadaan alutsista serta alat material khusus (almatsus).
Tak hanya itu, kata dia, belanja barang seperti vaksinasi, bantuan usaha mikro, dan penyaluran berbagai program bantuan sosial juga masuk ke dalam belanja kementerian lembaga.
Sementara transfer ke daerah dan dana desa, tumbuh sebesar 0,9 persen.
Dia mengatakan pembiayaan investasi juga tumbuh 552 persen.
“Termasuk pencairan investasi pada LMAN untuk proyek strategis nasional mendukung Pemulihan Ekonomi Nasional,” tutur dia.
Sehingga kata dia, realisasi Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) sampai dengan 21 Mei 2021 telah mencapai Rp183,98 triliun atau tumbuh 26,3 persen dari pengeluaran tertinggi.