Muhammad Abdullah Azzam
29 April 2020•Update: 29 April 2020
Fahri Aksut, Davut Demircan
ANKARA
Turki mendukung sektor riil dan kelompok berpenghasilan rendah dalam menghadapi krisis akibat wabah virus korona dengan dana 200 miliar lira Turki (USD28,5 miliar) paket Perisai Stabilitas Ekonomi, kata presiden Turki pada Selasa.
Menyoroti perjuangan Turki melawan wabah itu, Recep Tayyip Erdogan mengatakan kepada anggota partai AK bahwa berkat langkah-langkah yang diambil oleh pemerintah, ekonomi dan produksi negaranya itu akan segera kembali normal.
"Produksi di negara kita akan meningkat pesat seperti sebelumnya ketika kita mengangkat langkah-langkah terhadap wabah secara bertahap sesuai dengan jadwal yang telah kita tetapkan," kata Presiden Turki.
"Jika kita tidak melakukan pengorbanan dalam proses ini, dan jika kita tidak menangani pandemi secara bersamaan dengan negara lain, maka kita akan mengalami kerugian yang jauh lebih serius," tutur Erdogan.
Tetapi perubahan di dunia dapat membawakan peluang baru yang sangat besar kepada Turki, kata dia, sambil menambahkan bahwa jika mereka bersabar, rakyat Turki akan melihat hari yang lebih cerah.
Pada kampanye penggalangan dana solidaritas di negara itu, Erdogan mengatakan bahwa setiap sen yang dihabiskan untuk kemakmuran, perdamaian, keamanan, dan masa depan Turki telah masuk ke tempat yang tepat.
Erdogan mengatakan setiap masalah dan ancaman yang dihadapi Turki menunjukkan bahwa Partai Keadilan dan Pembangunan (AK) yang berkuasa tidak punya pilihan selain mengambil tanggung jawab untuk membantu negara dan masyarakat.
Dia berterima kasih kepada masing-masing dari 83 juta warga Turki yang mendukung pemerintah dengan menghormati langkah-langkah antisipasi pembatasan sosial, isolasi dan karantina wilayah.
Turki mencatat jumlah kasus virus korona naik menjadi 114.653 kasus pada Selasa, dengan 2.392 kasus baru pada hari itu. Korban tewas akibat virus korona di negara itu juga mencapai 2.992 jiwa dengan 92 kematian pada hari tersebut.
Sementara itu, sejauh ini sebanyak 38.809 pasien telah dipulangkan dari rumah sakit setelah pulih dari virus tersebut, dengan 5.018 orang dipulangkan hanya pada Selasa saja, menurut Kementerian Kesehatan negara itu.