Iqbal Musyaffa
10 Juni 2020•Update: 11 Juni 2020
JAKARTA
Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) mengatakan sektor keuangan khususnya perbankan akan mengalami perubahan menuju sektor digital yang semakin cepat akibat adanya pandemi Covid-19.
Ketua Dewan Komisioner LPS Halim Alamsyah mengatakan lanskap keuangan pasti berubah lebih cepat dibandingkan kondisi sebelumnya karena masyarakat kian terbiasa bertransaksi secara digital tanpa perlu menggunakan uang kertas ataupun datang ke ATM dan kantor cabang bank.
“LPS tetap menjamin simpanan masyarakat menjadi hal penting dan kami sudah diskusikan dengan asosiasi LPS sedunia ada kecenderungan masyarakat gunakan uang digital,” tambah dia dalam diskusi virtual, Rabu.
Halim mengatakan yang menjadi masalah adalah uang digital banyak yang tidak dikeluarkan oleh perbankan sehingga tidak masuk dalam cakupan penjaminan oleh LPS.
“Ini tantangan agar kita bisa membuat kajian dengan cepat sehingga sektor keuangan tetap stabil dan bisa memberikan jaminan. Pasti ada perubahan besar dengan digital menjadi tulang punggung,” imbuh dia.
Sementara itu, Direktur Utama Bank Central Asia Jahja Setiaatmadja mengatakan secara perlahan berbagai sektor usaha sudah mengarah ke layanan digital, termasuk di perbankan.
“Awalnya banyak keengganan khususnya dari generasi kolonial (tua) yang hanya tahu satu atau dua aplikasi dan enggan mendalami yang lain,” kata Jahja.
Namun, penyebaran Covid-19 justru memicu orang-orang untuk belajar dan mendalami digitalisasi dengan adanya anjuran belajar dan bekerja dari rumah yang membutuhkan bantuan digital.
“Digital payment kita melesat luar biasa dari sebelumnya hanya ada peningkatan pengguna dan layanan 2-3 persen, dengan adanya Covid-19 menjadi 20-30 persen peningkatannya,” ungkap Jahja.
Dia mengatakan jumlah pengguna sistem pembayaran digital di BCA saat ini sudah jauh lebih tinggi dibandingkan dengan pengguna yang datang ke ATM ataupun datang ke kantor bank untuk melakukan transaksi pembayaran.
“Ini sangat membantu efisiensi bagi kami daripada melayani pembayaran tunai,” pungkas Jahja.