17 Oktober 2017•Update: 18 Oktober 2017
Engin Ozekinci
KONYA, Turki
Sejak tahun 2002, Turki tercatat sudah menerima investasi sekitar USD200 miliar.
“Ini adalah jumlah yang sangat penting, tapi kami merasa jumlah itu belum cukup,” ungkap Kepala Investment Support and Promotion Agency (TYDTA) Arda Ermut.
“Saat ini Turki mulai menerima investasi dari daerah Asia Timur dan Timur Tengah,” ungkap Ermut kepada Anadolu agency.
Sebelumnya, Ermut mengatakan, sebagian besar investasi ke Turki masih berasal dari Eropa. Investasi dari Eropa ini umumnya di bidang finansial, mesin, ilmu pengetahuan dan teknologi.
Investasi yang datang dari Timur Tengah dan Asia Timur, menurut Ermut lagi, biasanya di bidang petrokimia, energi dan properti.
“Kami memiliki tujuan untuk memperbanyak variasi investasi,” sebut dia.
Ermut kemudian mengatakan, pada saat krisis global tahun 2008 yang paling banyak terkena dampak adalah Eropa. Karena investasi Turki semua datang dari Eropa, otomatis Turki pun turut terpengaruh oleh krisis.
“Kami bisa menurunkan risiko terkena dampak krisis di berbagai wilayah dengan memperbanyak jenis investasi dalam berbagai bidang," lanjut Ermut.
Ermut mengatakan, pada 2016 Turki mendapatkan investasi sebesar USD12,3 miliar. Sebanyak 57 persen dari investasi tersebut didapatkan setelah kudeta pada 15 Juli 2016. Ini berarti, upaya kudeta yang gagal itu tidak mengguncang kepercayaan investor di Turki.
Ermut juga berharap investasi Turki terus meningkat melebihi USD22 miliar seperti yang dicapai pada tahun 2007.