İqbal Musyaffa
23 Oktober 2019•Update: 23 Oktober 2019
JAKARTA
Setelah pengumuman formasi kabinet pemerintahan 2019-2024, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dibuka stagnan dengan penguatan tipis 6 poin (0,07 persen) ke posisi 6.230 dan indeks LQ45 turun 0,9 poin (0,21 persen) ke posisi 980.
Bahkan pada pra perdagangan IHSG dibuka negatif turun 1,079 poin (0,017 persen) ke posisi 6.224,418 dan indeks LQ45 turun 0,5 poin (0,05 persen) ke level 982,395.
Hingga pukul 9.05 waktu sistem perdagangan JATS, IHSG masih terus anjlok hingga 14 poin (0,24 persen) ke 6.210 dan indeks LQ45 turun 5 poin (0,5 persen) ke 977.
Analis MNC Sekuritas Edwin Sebayang mengatakan pelantikan kabinet baru menjadi antiklimaks atas proses yang terjadi selama ini karena pelantikan tersebut sudah diantisipasi (price-in) oleh pelaku pasar.
Stagnasi IHSG ini menurut dia seiring dengan jatuhnya Dow Jones Industrial Averag (DJIA) sebesar 0,15 persen dan bursa-bursa Asia lainnya pada Rabu pagi ini.
“Selanjutnya pelaku pasar akan menunggu dan melihat apa program kerja kabinet dalam 100 hari ke depan,” jelas Edwin, dalam pesan singkat, Rabu.
Edwin menambahkan saat menunggu program 100 hari ke depan, market akan fokus melihat kinerja laporan keuangan emiten kuartal III 2019, menunggu release data GDP Indonesia kuartal III 2019, serta menunggu kemungkinan Bank Indonesia kembali memangkas suku bunga BI7DRR.
“Di lain pihak, naiknya harga komoditas semalam seperti nikel 3 persen, timah 0,78 persen, emas 0,2 persen, CPO 0,91 persen, dan minyak 1,30 persen berpeluang menjadi katalis pendorong penguatan IHSG di hari Rabu ini,” imbuh Edwin.