İqbal Musyaffa
15 Mei 2019•Update: 15 Mei 2019
Iqbal Musyaffa
JAKARTA
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) meluncur deras dari zona 6.000 menuju 5.980,885 atau turun 1,49 persen pada penutupan perdagangan, Rabu sore. Sementara LQ45 pada penutupan berada pada posisi 932,287 atau turun 1,9 persen.
Padahal, pada perdagangan pagi tadi IHSG sempat dibuka menguat 0,51 persen ke level 6.102,125 dan LQ45 di posisi 957,044 atau naik 0,66 persen.
Kemudian saat sesi I berakhir siang tadi, IHSG ditutup negatif 61,35 poin (1,01 persen) ke level 6.009,850. Sedangkan indeks LQ45 turun 12,7 poin (1,35 persen) ke level 937,955.
Analis MNC Sekuritas Edwin Sebayang mengatakan salah satu penyebab anjloknya performa IHSG pada perdagangan sore ini adakah karena defisit neraca perdagangan Indonesia berdasarkan data BPS yang dirilis pagi tadi, sangat besar mencapai USD2,5 miliar untuk bulan April.
“Defisit tersebut jauh di atas konsensus defisit perdagangan sebesar USD472 juta sehingga investor berbalik arah melakukan aksi jual setelah IHSG sempat menguat di pagi hari,” urai Edwin dalam pesan singkat, Rabu.
Pada sisi lain, bursa Asia pada sore hari ini sebagian besar justru bergerak positif akibat adanya kecenderungan AS dan China melanjutkan diskusi dagang dan dialog yang relevan.
Indeks Nikkei 225 tercatat naik 121,33 poin ke 21.188,56. Kemudian indeks Hang Seng naik 146,69 poin ke 28.268,71, indeks Komposit Shanghai naik 55,07 poin ke 2.938,68, dan indeks Strait Times turun 5,35 poin ke 3.218,36.