Iqbal Musyaffa
27 Desember 2019•Update: 27 Desember 2019
JAKARTA
Indonesia National Air Carriers Association (INACA) bertemu dengan Menteri Koordinator Perekonomian Airlangga Hartarto untuk mengusulkan pemangkasan persentase pelarangan terbatas (lartas) onderdil pesawat terbang yang saat ini sebesar 49 persen.
Ketua Umum INACA Denon B Prawiraatmadja menyatakan persentase lartas onderdil pesawat tersebut terlalu tinggi bila dibandingkan dengan Malaysia yang hanya 17 persen.
“Kalau dari 10 ribu HS Code sparepart, itu berarti hampir 5 ribu sparepart yang terkena lartas,” jelas Denon di Jakarta, Kamis malam.
Menurut dia, usulan pemangkasan persentase lartas tersebut untuk kelancaran industri penerbangan.
“Pada prinsipnya Menko Perekonomian support dan terima masukan dari kita terutama terkait lartas dan saya pikir ini perlu dukungan beberapa kementerian seperti perindustrian,” tambah dia.
Denon menjelaskan usulan yang disampaikan ke Menko Perekonomian bertujuan agar dapat dipahami terlebih dahulu walaupun proses pemangkasan tersebut akan sedikit panjang dengan target persentase lartas bisa lebih kecil lagi untuk membantu kelancaran importasi onderdil pesawat.