09 Juli 2017•Update: 11 Juli 2017
Hayati Nupus
JAKARTA
Indonesia mengajak Vietnam untuk segera merampungkan perundingan delimitasi wilayah dan Zona Ekonomi Eksklusif (ZEE).
Hal tersebut disampaikan Presiden Indonesia Joko Widodo kepada Perdana Menteri Vietnam Nguyen Xuan Phuc di sela-sela pelaksanaan Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) G20 di Hamburg Messe, Jerman, Sabtu.
Joko Widodo menekankan pentingnya merampungkan perundingan itu demi mencegah terjadinya insiden perairan laut seperti yang pernah terjadi pada Mei 2017.
“Kami mendukung pemberantasan lintas batas, termasuk IUU Fishing. Saya mendorong agar suatu provisional arrangement untuk wilayah klaim tumpeng tindih dapat dibuat sesuai dengan UNCLOS 1982,” ujarnya.
Indonesia telah banyak dirugikan atas maraknya pelanggaran IUU Fishing di perairan teritorinya. Tahun 2016 saja, jumlah kerugian itu mencapai US$20 miliar atau sekitar Rp260 triliun. Aksi kriminal itu juga mengancam 65 persen terumbu karang Indonesia.
“Sudah terlalu banyak kerugian yang harus ditanggung Indonesia karena kejahatan IUU Fishing. Indonesia mengharapkan kerja sama Vietnam untuk memberantas masalah ini,” kata Joko Widodo.
Dalam pertemuan yang sama Joko Widodo juga menyampaikan dukungan penuh Indonesia pada kepemimpinan Vietnam di APEC. Rencananya KTT APEC akan diselenggarakan November 2017 mendatang.