İqbal Musyaffa
22 Februari 2018•Update: 22 Februari 2018
Iqbal Musyaffa
JAKARTA
Indonesia mengincar peningkatan kunjungan turis asal Tiongkok.
Targetnya tahun ini jumlah turis asal Tiongkok ke Indonesia bisa naik 20 persen dibanding 2017.
Pada 2017, jumlah kunjungan turis asal negeri Tirai Bambu ke berbagai destinasi wisata di Indonesia mencapai 2 juta orang.
Duta Besar Indonesia untuk Tiongkok Djauhari Oratmangun mengatakan target tersebut menjadi tugas yang harus dipenuhinya setelah ditetapkan sebagai Duta Besar Indonesia untuk Tiongkok dan akan mulai bertugas pada pertengahan Maret mendatang.
“Saya akan menawarkan 5S keunggulan pariwisata Indonesia kepada masyarakat Tiongkok,” ungkap dia di Jakarta, Kamis.
Kelima S yang dimaksud antara lain Sun, Sea, Sand, Smile, dan Service. Dengan lima keunggulan yang ditawarkan tersebut, dia optimis target peningkatan kunjungan turis ke Indonesia bisa tercapai.
“Saya akan pastikan setelah mereka mendapatkan 5S, mereka juga akan mendapatkan satu S lainnya yaitu Satisfaction,” tambah Djauhari.
Saat ini menurut dia sudah ada penerbangan langsung dari TIongkok ke tiga daerah di Indonesia yaitu Jakarta, Bali, dan Manado.
“Selanjutnya ada rencana membuka direct flight ke Medan dan juga Padang,” imbuh dia.
Pembukaan rute baru penerbangan langsung tersebut ucap Djauhari, juga dapat menjadi pendorong peningkatan kunjungan turis.
“Orang Tiongkok sangat menghargai budaya dan suka datang ke daerah yang budayanya kuat seperti Indonesia,” ujar dia.
Meningkatkan ekspor buah ke Tiongkok
Selain mendorong peningkatan wisatawan, Djauhari mengatakan akan mendorong penetrasi pasar produk-produk Indonesia ke Tiongkok, terutama buah-buahan.
Saat ini memang sudah ada beberapa buah-buahan Indonesia yang masuk ke Tiongkok, namun masih dalam skala kecil.
“Padahal orang sana sangat suka dengan durian, pisang, mangga, dan manggis asal Indonesia,” ungkap dia.
Djauhari juga mengatakan sudah ada pengusaha Indonesia yang bermitra dengan pengusaha asal Tiongkok untuk mempermudah penetrasi pasar. Dia mengakui pasar Tiongkok cenderung sulit ditembus tanpa kemitraan dengan pengusaha lokal.
“Kalau produk Vietnam, Thailand, Malaysia, dan Filipina bisa masuk, kita juga harus bisa. Karena ini permintaan Presiden Joko Widodo juga,” tambah Djauhari.
Dia menekankan bahwa Indonesia akan mengoptimalkan setiap potensi kerja sama baik pariwisata, perdagangan, serta investasi dengan Tiongkok.
“Hal ini untuk dapat mengakselerasi pertumbuhan ekonomi Indonesia karena Tiongkok merupakan mitra dagang utama kita,” kata Djauhari.