Hayati Nupus
02 Agustus 2018•Update: 02 Agustus 2018
Hayati Nupus
JAKARTA
Pemerintah Indonesia menandatangani kesepakatan kerja sama senilai USD500 juta dengan Qatar, kata Menteri Koordinator Kemaritiman RI Luhut Binsar Panjaitan.
Penandatanganan kerja sama itu dilakukan Rabu dan meliputi beberapa bidang, yaitu pertahanan, ekonomi, dan pariwisata.
“Ini tindak lanjut setelah beberapa kali pertemuan, tadi kita tandatangani investasi USD500 juta,” kata Menteri Luhut, Rabu malam, dalam afternoon tea bersama jurnalis di Jakarta.
Luhut mengatakan salah satu kerja sama itu berupa pembangunan hotel berbintang lima sebanyak 500 kamar oleh perusahaan perhotelan Accor di Mandalika, Nusa Tenggara Barat (NTB).
“Saya sudah cek kesana pekan lalu, sudah siap infrastrukturnya, tinggal membangun hotelnya, sementara yang satu lagi sudah groundbreaking,” ungkap Menteri Luhut.
Lewat Qatar Investment Authority (QIA), kata Menteri Luhut, mulanya negara itu memetakan 10 destinasi wisata yang akan menjadi target investasi. Namun dia menyarankan agar sebaiknya mereka berinvestasi di lima destinasi lebih dulu saja.
Selain Mandalika, ujar Menteri Luhut, empat destinasi wisata lainnya adalah Toba, Borobudur, Banyuwangi dan Labuan Bajo.
Tak hanya itu, ujar Menteri Luhut, negara tersebut juga akan membuka penerbangan langsung Qatar-Banda Aceh. Sekaligus membuka perusahaan aquaculture di Sabang, Aceh.
Sementara di bidang pertahanan, ungkap Menteri Luhut, kedua negara telah sepakat akan bekerja sama memproduksi peluru dan rubber boat special forces.
“Ini sudah dibicarakan semua waktu kami berkunjung ke sana, tapi mereka ingin cepat,” ujar Menteri Luhut.