Muhammad Nazarudin Latief
02 Agustus 2018•Update: 03 Agustus 2018
Muhammad Latief
JAKARTA
Pertamina akan menyiapkan berbagai metode untuk menggenjot produktivitas blok Rokan yang baru saja diperoleh hak pengelolaannya dari pemerintah.
Plt Direktur Utama Pertamina Nicke Widyawati mengatakan akan memaksimalkan kemampuan internal namun tidak menutup peluang kerja sama dengan operator lain untuk mengelola blok terbesar di Indonesia ini.
Menurut Nicke, Blok Rokan di Provinsi Riau sudah berproduksi selama 94 tahun dan kapasitas produksinya terus menurun hingga kini tersisa 217 ribu barel per hari. Penurunan ini terjadi karena tidak ada penemuan titik eksplorasi baru.
“Pertamina akan menggabungkan langkah konvensional dan nonkonvensional untuk meningkatkan produksi blok ini,” ujar dia dalam diskusi “Ketersediaan Migas” di Jakarta, Rabu.
Langkah konvensional yang akan ditempuh adalah menambah titik eksplorasi. Saat ini Pertamina telah mempelajari data yang ada dan mempersiapkan teknologi yang tepat untuk mengelola blok tersebut.
“Kita akan tambah lagi hingga 7.000 titik. Jadi harus massif, skalanya besar,” ujar dia.
Dalam proposalnya, Pertamina juga akan memanfaatkan teknologi Enhance Oil Recovery (EOR) yang telah diterapkan di lapangan-lapangan migas Pertamina, seperti di Rantau, Jirak, Tanjung yang dikelola Pertamina EP, termasuk penerapan steamflood yang berhasil dilakukan di lapangan PHE Siak.
Pertamina pun membuka peluang kerja sama dengan operator lain dengan fokus mitigasi risiko terutama technological mitigation risk. Teknologi-teknologi yang akan digunakan, menurut Nicke, belum terbiasa digunakan oleh Pertamina.
Karena itu, Pertamina saat ini sedang mengkaji, apakah akan menggunakan teknologi tersebut secara mandiri atau menggandeng operator lain yang sudah teruji.
“Agar produksinya jadi dua atau lima kali lipat, kita pakai teknologi yang baru,” ujar dia. “Peluang partnership terbuka, tapi lebih banyak untuk mitigasi risiko."
Nicke menjamin, setelah Pertamina mengambil alih pengelolaan pada 2021, tidak akan ada pengurangan karyawan. Semua karyawan di Blok Rokan akan langsung bekerja untuk Pertamina. Hal yang sama juga berlaku untuk Blok Mahakam.
“Kita tidak akan lay off, bahkan akan tambah. Kita usahakan sumber daya manusia yang kompeten dan berpengalaman,” ujar dia.