21 Agustus 2017•Update: 23 Agustus 2017
Erric Permana
JAKARTA
Pemerintah Indonesia dan Uzbekistan sepakat meningkatkan kerja sama di bidang ekonomi. Menteri Luar Negeri RI Retno Marsudi mengatakan, kerja sama sektor perdagangan, pertanian, dan perikanan menjadi prioritas kedua negara.
Ini disampaikan Retno Marsudi usai mendampingi Presiden Joko Widodo saat menerima kunjungan kehormatan Wakil Perdana Menteri (PM) Uzbekistan Zoyir Mirzaev di Istana Merdeka, Senin.
"Oleh karena itu, beliau mengutus Wakil Perdana Menteri untuk datang ke Indonesia dalam mempelajari pembangunan di Indonesia, terutama mengenai masalah perikanan dan pertanian," ujar Retno.
Kata Retno, pemerintah Uzbekistan tertarik belajar mengembangkan sejumlah komoditas pertanian serta berkeinginan mempelajari teknik akuakultur dalam sektor perikanan. Uzbekistan sangat berharap dapat melakukan kerja sama konkret dalam bidang ini.
"Bapak Presiden tadi menyanggupi bahwa setelah kunjungan ini akan ada delegasi Indonesia yang datang ke Uzbekistan untuk mewujudkan bentuk kerja sama yang diharapkan, termasuk harapan Uzbekistan agar investor Indonesia menanamkan modalnya di bidang perikanan dan pertanian," ucapnya.
Retno mengaku saat ini perdagangan kedua negara mengalami peningkatan. Kedua negara pun sepakat untuk meningkatkannya kembali.
"Sebagaimana diketahui penduduk Uzbekistan berkisar antara 32-33 juta orang. Masih banyak potensi yang bisa dikembangkan. Untuk tahun 2017, perdagangan kita dengan Uzbekistan meningkat lebih dari 250 persen," tuturnya.
Dalam pertemuan dengan Presiden Joko Widodo, Wakil PM Uzbekistan juga memberikan dukungan terhadap pencalonan Indonesia di Dewan Keamanan PBB untuk tahun 2019-2020 mendatang.
"Tadi juga disampaikan mengenai kepemimpinan Indonesia di OKI (Organisasi Kerja Sama Islam) sangat diapresiasi. Mereka juga memberikan apresiasi bagi kepemimpinan Indonesia di Asia Tenggara," tandasnya.