İqbal Musyaffa
10 September 2018•Update: 11 September 2018
Iqbal Musyaffa
JAKARTA
Otoritas Jasa Keuangan (OJK) memastikan kondisi industri jasa keuangan masih stabil di tengah nilai tukar rupiah yang tergerus oleh dolar AS.
Juru Bicara Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Sekar Putih Djarot dalam diskusi di Jakarta, Senin, menegaskan industri keuangan terjaga aman.
“Dari sisi penghimpunan dana tumbuh sebesar 6,8 persen. Dari hal ini kami melihat bahwa kondisi masih terjaga dalam manageble,” ujar Sekar.
Seluruh pihak jasa keuangan, lanjut Sekar, siap mendukung pemerintah dalam sejumlah program ekonomi yang sedang dijalankan, di antaranya terkait pembiayaan dalam transaksi ekspor.
“Dari semua itu, kami berharap koordinasi terus ditingkatkan, khususnya antara pihak pemerintah dan BI,” imbuh dia.
Pada kesempatan yang sama, Staf Ahli Bidang Kebijakan Penerimaan Negara Kemenkeu Robert Leonard Marbun menegaskan sinergi akan terus dilakukan antara Kemenkeu, OJK, BI, dan Kemennko Perekonomian untuk menjaga stabilitas dan kepercayaan pasar.
“Kami berupaya mengurangi dampak negatif dari faktor eksternal. Intinya, kami dari masing-masing kementerian dan lembaga bersinergi dan melihat mengapa ini terjadi,” lanjut dia.
Dia mengatakan perekonomian di semua negara masih positif begitupun pada tahun depan. Hal ini membuat perekonomian Indonesia masih bisa bernafas panjang dan akan kembali pulih.
Robert menambahkan pergerakan nilai tukar rupiah meskipun tergerus, namun tetap landai bila dibandingkan negara lain seperti Argentina dan Turki.
"Inflasi juga masih rendah, suku bunga juga landai. Jika landai artinya masih dipercaya investor,” jelas Robert.