Muhammad Latief
JAKARTA
Pemerintah memastikan stok bahan pangan menjelang Hari Raya Natal dan Tahun Baru 2018 aman di semua daerah. Untuk itu, pemerintah mewajibkan distributor menyediakan barang-barang kebutuhan pokok di daerah-daerah tertentu pada awal Desember.
Barang-barang yang mesti tersedia adalah beras, gula, minyak goreng, dan makanan siap saji yang biasanya digunakan untuk perayaan hari spesial tersebut.
Daerah-daerah yang rawan kekurangan stok pangan adalah Papua, Papua Barat, dan Sulawesi Utara.
“Tapi Jawa dan daerah wisata seperti Bali juga harus diperhatikan,” ujar Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita, Kamis, setelah bertemu dengan Kepala Dinas Perdagangan seluruh Indonesia.
Pergerakan harga menjelang hari raya ini, menurut Menteri Enggar, memang tidak setajam saat Ramadan maupun Lebaran. Namun potensi tersebut tetap ada sehingga perlu diwaspadai.
Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi juga mengatakan, kebijakan tol laut sudah berhasil menurunkan kesenjangan harga di Indonesia bagian timur.
Sejauh ini, kata dia, Kementerian Perhubungan telah menerima masukan-masukan dari para kepala dinas tentang pelayanan tol laut. Seperti pelabuhan yang kurang produktif, harga bongkar muat yang terlalu mahal, dan tata cara pelayanan yang kurang baik.
Masukan itu, ujar dia, langsung ditindaklanjuti dengan menentukan tarif batas atas bongkar muat kontainer. Untuk pelabuhan yang kurang produktif, kementerian akan meredistribusi peralatan penting seperti forklift pada tempat yang lebih sibuk.
Ini merupakan bagian tidak langsung dari persiapan menyambut Natal dan Tahun Baru. Jika distribusi barang lancar, kapal pengangkut bisa rutin berlayar dan mengakibatkan harga barang tidak bergejolak.
Dalam pemetaan, spot-spot kesibukan menjelang Natal dan Tahun Baru ditemukan pada beberapa titik, seperti Nusa Tenggara Timur (NTT), Maluku, dan Papua. Karena itu, Kementerian Perhubungan akan memindahkan sementara kapal-kapal di tempat lain untuk melayani jalur tersebut.
Kepala Satgas Pangan Inspektur Jenderal Polisi Setyo Wasisto mengatakan, dalam menghadapi Natal dan Tahun Baru nanti polisi akan fokus memantau rantai distribusi, stok, hingga harga pangan.
Polisi juga akan membagi wilayah pemantauan, yakni lokasi utama dan lokasi sekunder.
Lokasi utama adalah NTT, Papua, Sulawesi Utara, Papua Barat, Maluku, Kalimantan Barat, dan Sumatera Utara. Sedangkan lokasi sekundernya adalah DKI Jakarta, Jawa Barat, Banten, Jawa Tengah, Yogyakarta, Jawa Timur, dan Bali.
news_share_descriptionsubscription_contact


