Erric Permana
08 September 2018•Update: 09 September 2018
Erric Permana
JAKARTA
Presiden Joko Widodo dalam waktu dekat ini akan melakukan kunjungan ke Korea Selatan dan Vietnam. Kunjungan ke Korea Selatan merupakan kunjungan balasan Presiden atas kunjungan Presiden Moon Jae-in yang beberapa waktu lalu ke Indonesia.
"Ini merupakan kunjungan balasan dari Presiden Moon Jae-in pada 2017 yang lalu. Kita ingin dalam kunjungan ini akan dibahas langkah-langkah yang konkret bagi peningkatan kerja sama Indonesia dan Korea Selatan," ujar Presiden dalam rapat terbatas di Istana Kepresidenan Bogor, Jawa Barat, pada Jumat.
Dalam kunjungannya ke Korea Selatan nanti, Presiden Joko Widodo ingin adanya peningkatan kerja sama di bidang ekonomi dan investasi. Selain itu, Presiden juga berupaya untuk meningkatkan kerja sama dan hubungan yang lebih baik antara generasi muda kedua negara.
"Oleh sebab itu, saya minta kunjungan ini dipersiapkan dengan baik dan kita bisa mendapatkan sebuah hasil yang konkret untuk kepentingan nasional kita," ucap dia.
Memberikan keterangan selepas rapat terbatas, Menteri Luar Negeri Retno Marsudi mengungkapkan bahwa tahun ini Indonesia dan Korea Selatan akan memperingati terjalinnya 45 tahun hubungan diplomatik.
"Presiden Jokowi dan Presiden Moon memiliki hubungan yang sangat baik. Tentunya pada saat pimpinan, kepala pemerintahan memiliki hubungan yang baik, ini merupakan satu aset yang harus dikapitalisasi untuk peningkatan hubungan yang saling menguntungkan," tambah dia.
Terkait hal itu, Indonesia akan memanfaatkan momentum hubungan yang terus meningkat antara kedua negara dengan peningkatan kerja sama yang saling menguntungkan. Pada tahun 2017 lalu, perdagangan kedua negara terjadi pergerakan peningkatan yang cukup signifikan, yakni hampir 12 persen.
"Investasi Korea Selatan di Indonesia juga merupakan satu di antara 10 besar. Oleh karena itu, kita ingin menjaga momentum hubungan yang terus meningkat dan saling menguntungkan ini untuk kita perkuat di masa yang akan datang," tutur Retno.
Kunjungan Presiden Joko Widodo ini juga dimaksudkan untuk memberikan dukungan yang konsisten bagi perdamaian dua Korea. Sebab, pada tanggal 18 September 2018 mendatang Presiden Korea Selatan Moon Jae-in dan pemimpin tertinggi Korea Utara Kim Jong-un akan kembali bertemu dalam KTT Inter-Korea.
"Presiden menggunakan kesempatan kunjungan ini untuk mempertebal dukungan Indonesia terhadap proses perdamaian di Semenanjung Korea," kata Retno.