Errıc Permana
12 Februari 2020•Update: 13 Februari 2020
JAKARTA
Presiden Joko Widodo menyebut impor baja merupakan sumber utama defisit neraca perdagangan dan transaksi berjalan Indonesia.
Menurut Jokowi -- sapaan akrab Joko Widodo -- impor baja menempati peringkat tiga besar di Indonesia.
Padahal kata dia, industri di dalam negeri bisa memproduksi sendiri.
"Utilitas pabrik baja dalam negeri sangat rendah dan industri baja dalam negeri menjadi terganggu. Ini tidak dapat kita biarkan terus kita perlu segera mendorong industri baja dan besi semakin kompetitif. Kualitas produksinya semakin optimal," kata Jokowi.
Dia meminta agar adanya perbaikan manajemen korporasi dan juga pembaharuan mesin untuk memproduksi baja terutama di perusahaan BUMN.
Dia juga meminta menterinya untuk fokus dalam melakukan pembenahan di tiga hal di antaranya meningkatkan ketersediaan bahan baku untuk industri baja dan besi, mengatur harga gas untuk industri menjadi USD6 per MMBTU segera direalisasikan.
"Jadi saya minta agar Perpres nomor 40 tahun 2016 mengatur harga gas untuk industri segera direalisasikan," kata Jokowi.