10 Oktober 2017•Update: 11 Oktober 2017
Fatih Erel
JENEWA
Organisasi Buruh Internasional (ILO) mengatakan jumlah pengangguran tahun ini naik 3,4 juta dari tahun 2016. Kenaikan itu menjadikan total jumlah pengangguran melebihi 200 juta jiwa, kata mereka pada Senin.
"Lebih dari 201 juta buruh di seluruh dunia saat ini tidak memiliki pekerjaan, naik 3,4 juta pengangguran sejak 2016," bunyi laporan proyeksi 2017 dari ILO.
ILO menekan pentingnya peran usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) dalam menciptakan lapangan kerja baru di seluruh dunia. Laporan itu menyebutkan di antara tahun 2003 dan 2016 "jumlah buruh penuh waktu di UMKM naik hampir berlipat dua". Hal itu menjadikan total perekrutan oleh UMKM naik dari 31 persen menjadi 35 persen.
"Namun dalam setahun terakhir, kontribusi UMKM terhadap penyediaan lahan kerja mengalami kebuntuan. Antara 2015 dan 2016 kontribusi UMKM terhadap perekrutan tidak berubah, naik sedikit dari 34,6 persen menjadi 34,8 persen," jelas laporan tersebut.
UMKM dikatakan menyediakan hingga 52 persen lahan pekerjaan di negara-negara dengan ekonomi berkembang, dibandingkan 41 persen di negara-negara maju, menurut ILO.
"Jumlah pengangguran dunia tetap di angka 5,8 persen dan tidak diperkirakan membaik dalam waktu dekat," ungkap ILO.
Selain itu ILO juga mengatakan hampir 780 juta buruh di negara-negara berkembang masih hidup dalam kondisi miskin atau melarat, bunyi laporan itu. Ditambahkan lagi, sektor swasta memperkerjakan 2,8 miliar individu pada 2016, atau sekitar 87 persen dari total pekerjaan.