Muhammad Nazarudin Latief
04 Desember 2017•Update: 04 Desember 2017
Muhammad Nazarudin Latief
JAKARTA
Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia optimistis pada perekonomian Indonesia tahun depan.
Seperti diungkapkan Ketua Umum Kadin Rosan Roeslani, Senin, optimisme ini muncul karena berbagai indikator perekonomian menunjukkan gejala positif.
Hampir semua negara, kata Rosan, mengasumsikan pertumbuhan ekonomi meningkat. Hal ini menandakan hampir semua pelaku usaha optimistis.
Harga komoditas yang mulai merangkak naik, kata Rosan, akan memacu pengusaha menaikkan produktivitasnya.
“Kita juga melihat daya beli dan konsumsi domestik tetap terjaga,” ujar dia saat mempersiapkan Rapat Pimpinan Nasional (Rapimnas) Kadin Indonesia di Batam, Kepulauan Riau, pada 13-14 Desember mendatang.
Pemerintah dan kalangan usaha, menurut dia, hanya perlu memacu ekspor dan investasi, sehingga ekonomi menjadi lebih produktif.
Rosan tidak menampik adanya analisis yang menyatakan bahwa tren daya beli masyarakat menurun. Hal ini ditunjukkan dengan tutupnya gerai-gerai retail.
“Angka pertumbuhan tetap ada, tapi tidak sepesat tahun lalu,” kata dia.
Soal penutupan retail, kata Rosan, terjadi karena ada perubahan model bisnis yang harus disesuaikan oleh para pengusaha. Dia mencontohkan fakta yang terjadi pada toko waralaba berjejaring, Indomaret.
Setiap tahun, Indomaret bisa membuka gerai baru sampai 1.800 unit, atau sekitar 10 persen dari toko yang sudah ada. Namun tahun ini, mereka hanya bisa mengembangkan toko sekitar 5-6 persen.
“Semua tetap naik, tidak stagnan. Tapi memang pace-nya agak melambat,” ujar dia.
Tahun-tahun ke depan, menurut Rosan, para pengusaha akan lebih fokus menghadapi pertumbuhan ekonomi digital. Saat ini kontribusinya pada perekonomian nasional memang belum besar, hanya sekitar 2 persen di sektor perdagangan. Namun, sektor ini akan terus tumbuh mencapai puncak.